Saat Sakit atau Terluka, Simpanse akan Mencari Tanaman yang Dapat Mengobatinya

Klikhijau.com - Hewan dan tumbuhan memang tidak terpisahkan. Banyak hewan akan mencari tumbuhan tertentu dengan berbagai alasan, termasuk kebutuhan nutrisi, manfaat pengobatan, tindakan perlindungan,...

Saat Sakit atau Terluka, Simpanse akan Mencari Tanaman yang Dapat Mengobatinya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Hewan dan tumbuhan memang tidak terpisahkan. Banyak hewan akan mencari tumbuhan tertentu dengan berbagai alasan, termasuk kebutuhan nutrisi, manfaat pengobatan, tindakan perlindungan, dan tujuan reproduksi.

Perilaku ini menunjukkan hubungan rumit antara fauna dan flora dan menyoroti pengetahuan naluri yang dimiliki hewan tentang lingkungan alaminya.

Tumbuhan yang berfungsi sebagai obat jumlahnya memang banyak. Umumnya tumbuhan-tumbunan tersebut dimanfaatkan oleh manusia. Namun, sebenarnya bukan hanya manusia memanfaatkannya, tetapi juga hewan.

Simpanse (Pan troglodytes) misalnya, sebuah studi baru yang dipimpin oleh Universitas Oxford melaporkan, simpanse tampaknya menggunakan tanaman dengan khasiat obat untuk mengobati penyakitnya, khsusunya simpanse liar. Mereka mengonsumsi berbagai tumbuhan, termasuk beberapa tumbuhan yang dapat mengobati atau mengurangi gejala penyakit.

[irp]

Meski begitu, menurut studi tersebut sulit untuk menentukan apakah spesies kera besar  itu secara aktif mencari tanaman obat atau mengkonsumsinya secara tidak sengaja.

Langkah yang dilakukan peneliti

Dilansir dari Earth, para peneliti menggabungkan pengamatan perilaku simpanse liar dengan pengujian farmakologis terhadap tanaman yang mereka makan. Mereka memantau perilaku dan kesehatan 51 simpanse dari dua komunitas di Cagar Hutan Budongo Central di Uganda.

Mereka mengumpulkan ekstrak tanaman dari 13 spesies pohon dan herbal yang diduga digunakan untuk pengobatan sendiri dan mengujinya untuk mengetahui sifat anti-inflamasi dan antibiotiknya.

Tanaman-tanaman ini termasuk tanaman yang dimakan oleh simpanse yang sakit atau terluka, meskipun tanaman tersebut bukan merupakan bagian dari makanan biasa, dan tanaman sebelumnya diduga memiliki khasiat obat.

Studi tersebut menemukan bahwa 88% ekstrak tanaman menghambat pertumbuhan bakteri, sementara 33% memiliki sifat antiradang. Kayu mati dari Alstonia boonei menunjukkan aktivitas antibakteri dan antiradang yang kuat, yang menunjukkan bahwa kayu tersebut dapat digunakan untuk mengobati luka.

[irp]

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2