Resistensi Perempuan sebagai Elan Vital Pergerakan Ekofeminisme di Indonesia

Klikhijau.com -  Resistensi perempuan Indonesia dalam melawan ketidakadilan sosial bertumbuh sebagai pertanda menguatnya kesadaran kultural yang murni mengartikulasi perjuangan arus bawah. Di saat...

Resistensi Perempuan sebagai Elan Vital Pergerakan Ekofeminisme di Indonesia
Bacakan Artikel

Ada Aleta Baun, perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memprotes pembukaan lahan di daerahnya untuk tambang dengan menenun di depan pintu lokasi tambang.

Pemenang Goldman Environmental Prize (penghargaan prestigius bagi para aktivis lingkungan) tahun 2013 ini, melakukan protes menenun di tengah area pertambangan marmer pada 1995.

Yu Sukinah, Yu Patim dan ibu-ibu petani Kendeng yang aktif melakukan demo-demo di kampus mengajak para mahasiswa untuk berpihak pada masyarakat terdampak atas problem-problem lingkungan hidup dan rela mengecor kaki di depan istana negara.

[irp]

Di Kalimantan Tengah ada Mariana, perempuan suku Dayak di desa Kinipan, Lamandau, Kalimantan Tengah, menolak pembukaan hutan adat mereka untuk lahan perkebunan sawit pada 2012.

Dari mereka, kita belajar bahwa memperjuangkan suatu gerakan atau nilai-nilai luhur tidak terjebak dalam gelar akademis. Status pekerjaan, atau menjadi anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pergerakan perempuan semacam itu tidak abstrak atau sebatas teori. Tapi tumbuh langsung dari masyarakat akar rumput (grassroot movement), didasarkan dari kehidupan keseharian mereka.

Merekalah yang justru membikin gerakan lebih relevan dan kontekstual sesuai dengan realitas dan kebutuhan di lapangan.

Anne Gerland dalam bukunya Women Activist: Challenging The Abuse Power, menyebutkan bahwa perlawanan tambang, dan alih fungsi lahan semacam itu telah menghempas narasi bahwa perempuan tidak berdaya. Mereka berada di garda terdepan perlawanan.

Masyarakat pergerakan inilah yang justru mematahkan anggapan umum bahwa perempuan tidak mampu memainkan peran penting dalam gerakan-gerakan sosial bagi pelestarian lingkungan.

[irp]

Resistensi perempuan ala James C. Scott

Dalam konteks kajian tentang perlawanan, harus diakui bahwa elaborasi James Scott memberikan kontribusi cukup besar. Ia memperluas cakupan perlawanan tidak hanya dalam pengertian resistensi terbuka.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: