Tidak Terduga, Ini 9 Sumber Mikroplastik yang Patut Diwaspadai

oleh -35 kali dilihat
Ngeri, Tubuh Manusia pun Mulai Didiami Mikroplastik
Ilustrasi mikroplastik/foto-IDNtimes

Klikhijau.com – Sumber mikroplastik selama ini hanya diasumsikan berasal dari plastik. Asumsi itu rupanya keliru. Mikroplastik bisa bersumber dari banyak hal, tidak hanya dari plastik seperti yang sering digunakan dalam keseharian kita saja.

Mikroplastik, jadi problem yang cukup ulet bagi lingkungan, satwa hingga manusia. Ukurannya yang mini membuatnya leluasa menerobos masuk ke tubuh (baca DI SINI).

Ancaman mikroplastik semakin ke sini pun semakin nyata. Apalagi sumbernya tidak hanya dari satu pintu saja, tapi banyak. Dan sumber-sumber itu sangat intim dengan keseharian kita.

Nah, dilansir dari Inhabitat, berikut 9 sumber mikroplastik yang patut diwaspadai:

KLIK INI:  Krisis Iklim Berpotensi Tingkatkan Lebih Banyak Kanker Kulit
  •  Permen karet

Permen karet terbuat dari bahan dasar natural chicle gum, produk yang bersumber dari getah pohon sawo.

Saat masih menjadi getah, tidak ada masalah bagi lingkungan. Namun, ketika plastik mulai marak digunakan, dan masuk ke pangsa pasar  produk. Sejak saat itu pula produsen permen karet mulai mencampurkan mikroplastik ke dalam produknya.

Tujuannya untuk meningkatkan kekenyalan dengan biaya lebih rendah. Sehingga ketika terbuang ke lingkungan atau kita makan, mikroplastik bisa melepaskan dirinya dan menjadi ancaman.

  • Glitter

Glitter adalah produk plastik. Bahkan jika tidak ditampilkan dalam bentuk botol, cobalah perhatikan di kartu dan bungkus kado, serta di riasan.

Hiasan pakaian dan aksesori seperti manik-manik saat ini dominan tidak lagi terbuat dari kayu dan logam tradisional, sekarang umumnya terbuat dari plastik.

KLIK INI:  Studi: Di Mana pun, Air Hujan Tidak Lagi Aman untuk Diminum
  • Perlengkapan mandi

Siapa sangka jika perlengkapan mandi, mulai dari sabun cuci muka, sabun mandi, pasta gigi, dan produk kebersihan pribadi lainnya. Sering kali mengandung polietilen (PE), polipropilen (PP), polietilen tereftalat (PET), polimetil metakrilat (PMMA), dan nilon (PA). Mereka membuat exfoliant murah meskipun telah dilarang di beberapa negara karena dampak negatif yang terkait produk yang menggunakan bahan tersebut.

  • Kantong teh

Menyeduh teh terlihat sangat mudah, namun di balik kemudahannya itu, ternyata membawa ancaman, yakni pada pembungkusnya mengandung mikroplastik.

Hal itu membuat ritus minum teh berpotensi pula membuat kita meneguk mikroplastik.  Meski pada labelnya adalah kertas dan kantongnya tidak ada tambahan kemasan plastik, kantong teh kemungkinan besar dilapisi dengan lapisan pelindung polietilen.

KLIK INI:  Saatnya Wanita Merawat Bumi dengan Menstrual Cup
  • Cangkir kopi sekali pakai

Keberadaan cangkir kopi sekali pakai terliaht lebih praktis. Namun,  cangkir tersebut di lapisan pelindung air tambahan, dan itu adalah lapisan plastik.

Jadi, gelas sekali pakai sekali tidak hanya berkontibusi pada limbah secara keseluruhan , tetapi juga memperbesar masalah dengan mikroplastik yang dicampurkan ke dalamnya.

  • Pakaian

Aktivitas mencuci pakaian bukan hanya membersihkan pakaian, tetapi juga melepaskan mikroplastik. Karena kemungkinan besar  kita akan membuang butiran mikro ke dalam pasokan air.

Itu karena pakaian biasanya dibuat dengan bahan sintetis alias plastik berbahan dasar minyak bumi. Setiap kali pakaian dicuci, mikroplastik terkelupas dan mengalir ke saluran pembuangan, akhirnya mengenai sungai dan lautan.

Jika itu buatan manusia, kemungkinan besar akan rontok. Ganti bulu mikrofiber, poliester, akrilik, dan nilon dengan semua bahan alami seperti kapas organik, rami, dan bambu.

KLIK INI:  Ruang Hijau Perkotaan Lebih Berdampak bagi Kesehatan Mental Perempuan
  • Makanan dan minuman kaleng

Tampaknya setiap botol plastik yang kita gunakan dengan bangga dan menyatakan, “Bebas BPA.” Itu karena jenis plastik ini menjadi perhatian kesehatan. Namun, setelah dilakukan penelitian, ternyata ada hubungan antara resin plastik dan sistem endokrin tubuh manusia.

Namun, zat tersebut masih digunakan dalam wadah minuman aluminium, terutama di Coca-Cola . Telah diklaim bahwa soda akan memakan aluminium dalam beberapa hari tanpa lapisan BPA.

Produsen minuman dilaporkan telah mengurangi bahan tersebut. Namun, itu masih andal di setidaknya setengah kaleng minuman di planet ini.

Selain itu, wadah makanan kaleng telah diselidiki untuk konten plastik. Kemasannya sendiri tidak terlalu menjadi perhatian karena sebagian besar barang kalengan di AS terbuat dari baja daripada aluminium .

KLIK INI:  Kabar Buruk, Populasi Burung Alami Penurunan di Seluruh Dunia
  • Tutup toples pengalengan

Tutup toples biasanya dilapisi dengan lapisan BPA yang sama dengan kaleng aluminium. Beberapa produsen telah menemukan alternatif, tetapi sebagian besar tutup di pasaran masih mengandung bahan yang murah dan tahan lama, yang berfungsi sebagai pencegahan karat dan korosi.

  • Garam laut

Beberapa tahun yang lalu, sebuah penelitian menemukan mikroplastik di 90% merek garam laut yang diuji. Ini adalah alasan lain untuk mencegah segala bentuk plastik mencapai laut.

Padahal garam laut dari seluruh dunia menjadi contoh cemerlang tentang bagaimana tindakan konsumen memengaruhi semua orang di planet ini.

Nah, sahabat hijau itulah sumber mikroplastik yang jarang diketahui dan patut diwaspadai, semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Sah, Nama Aktivis Iklim Greta Thunberg Kini Jadi Nama Katak