Bagaimana Mengetahui Kadar Gula Makanan dan Minuman Kemasan?

oleh -175 kali dilihat
Bagaimana Mengetahui Kadar Gula Makanan dan Minuman Kemasan
Ilustrasi gula - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Beberapa minggu yang lalu jagat hiburan tanah air ramai mengenai berpulangnya komedian Sapri Pantun. Usut punya usut, Bang Sapri, sapaan akrabnya meninggal karena kadar gula darahnya mencapai 1.100 mg/dl dan terindikasi semasa hidupnya kerap mengonsumsi minuman kemasan berenergi untuk menjaga stamina tatkala shooting.

Mengapa gula menjadi sedemikian membahayakan hingga menyebabkan manusia mengalami sakit yang tak dinyana seolah-olah membunuh secara pelahan bahkan hingga terjadi kematian? Padahal ketika gula masuk ke dalam darah dan menjadi glukosa, gula diserap oleh tubuh dan menjadi energi. Itu artinya, gula merupakan salah satu zat yang penting bagi tubuh.

Namun, gula yang terlalu tinggi itu nyatanya tak baik untuk kesehatan. Makanan atau minuman yang memiliki kandungan gula yang tinggi menyebabkan kadar gula di tubuh juga tinggi.

Coba, amati sekeliling sabahat hijau, amati dan pikirkan makanan dan minuman, terutama berkemasan yang sahabat hijau konsumsi saban harinya. Terlebih lagi, saat ini berkembang tren makanan dan minuman kekinian yang bercita rasa manis dan anak milenial suka mengonsumsinya.

Kadar gula yang berlebih bisa menimbulkan beragam penyakit, di antaranya kelebihan berat badan, dan diabetes.

Jadi, berapa batasan konsumsi gula perharinya?

KLIK INI:  Dosen FKM UMI Temukan Jika Debu Berpotensi Tularkan Kusta
Batas konsumsi gula perhari cukup empat sendok makan

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, anjuran konsumsi gula tiap orang  per hari adalah 10% dari total energi (200 kkal). jumlahnya setara dengan gula empat sendok makan (50 gram/orang/hari).

American Heart Association (Asosiasi Jantung Amerika) menyatakan bahwa seorang perempuan dewasa sebaiknya mengonsumsi gula maksimal 6 sendok teh atau 100 kalori saja dalam sehari.

Mengutip heart.org, untuk seorang laki-laki dewasa idealnya tak mengonsumsi lebih dari 150 kalori gula tambahan atau sekira sembilan sendok teh gula.

Gula tambahan ini saat ini bisa dengan mudah kita konsumsi sehari-hari dan kerap menjadi makanan favorit. Misalnya, camilan kemasan, minuman bersoda, kue, permen, es krim, maupun makanan kemasan lainnya. Padahal kita juga keseharian mungkin sudah mengonsumsi gula dari sumber pangan alami seperti sayur dan buah.

KLIK INI:  Lupa Makan Sahur? Ini 7 Cara Tetap Bugar dan Puasa Lancar Meski tak Sahur
Bagaimana cara mengetahui kadar gula di makanan dan minuman kemasan?

Jika sudah sadar kalau ternyata konsumsi gula yang berlebihan bisa membahayakan kesehatan tubuh, maka kita juga musti tahu dan pintar-pintar identifikasi makanan dan minuman yang akan kita konsumsi agar tak melebihi kadar gula ideal. Sebelum membeli makanan atau minuman kemasan, seyogianya dicek dulu kadar gula dalam komposisinya dan perhatikan total gula.

Selain itu, bandingkan produk sejenis dari merek yang berbeda. Seyogianya memilih produk dengan kandungan pemanis buatan yang lebih sedikit ketimbang gula alami.

Salah satu cara yang paling gampang untuk menilik kandungan gula adalah memperhatikan bahan yang berakhiran “ose” dalam bahasa Inggris atau “osa” dalam bahasa Indonesia. Karena nama lain kandungan gula dalam makanan dan minuman antara lain fructose (fruktosa),  dextrose (dekstrosa), dan sucrose (sukrosa), dan glucose (glukosa).

Hal ini senada dengan Permenkes nomor 30 tahun 2013, gula adalah jumlah seluruh monosakarida dan disakarida (glukosa, fruktosa, sukrosa, laktosa) yang terdapat pada pangan.

Nama lain tersebut seakan bisa menyamarkan kandungan gula di mata konsumen. Maka perlu hati-hati untuk membeli produk, jangan saampai yang sarat akan gula yang berlebih.

KLIK INI:  Waspada, Duduk Terlalu Lama dapat Mengganggu Kesehatan!

Dalam aktivitas keseharian, makanan dan minuman kemasan memang lebih menggoda untuk dikonsumsii sebagai pelepas lapar dan dahaga. Misalnya, pasca olahraga, harusnya minum air putih lebih sehat ketimbang minuman berkarbonasi atau minuman olahraga. Namun, kebanyakan orang malah memilih untuk minum berkarbonasi agar mengurangi rasa lelah.

Oleh karena itu, mengetahui dan memperhatikan kadar gula ketika membeli makanan dan minuman agaknya sebuah privilese. Kalau belum tau hendaknya mencari tahu.

Berkesadaran untuk mempunyai wawasan lebih mengenai kandungan gula dalam kemasan merupakan suatu hal yang penting. Kemudian, jika sudah mempunyai wawasan lebih mengenai hal tersebut, sudah semestinya untuk dipraktikkan dalam menjaga kesehatan setiap harinya. Yang terakhir agaknya perkara yang tak mudah.

Terkesan sepele memang, namun jangan sampai kesehatan kita digadai demi kesenangan dan ‘kebugaran’ semu namun berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan di masa mendatang. Stay healthy, Sahabat hijau!

KLIK INI:  Tanaman Ini Bisa Jadi Obat Herbal untuk Penyakit Diabetes