Mengenal Kutu Kebul, Hama Penyerang Tanaman Tomat dan Cara Mengatasinya

oleh -125 kali dilihat
Mengenal Kutu Kebul, Hama Penyerang Tanaman Tomat dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi tanaman tomat - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Tanaman tomat tergolong rentan diserang hama. Padahal, budidaya tomat sangat diperlukan karena buahnya memiliki manfaat penting bagi kesehatan. Buah tomat bahkan menjadi buah sayur yang wajib ada di dapur setiap harinya.

Bagi kamu yang tertarik menanam tomat di halaman rumah, tentu perlu memahami hama dan penyakit yang kerap menyerang tanaman tomat. Hama paling sering menyerang tomat adalah Kutu kebul.

Hama jenis ini sangat berbahaya bahkan berpotensi membuat tanaman tomat layu sebelum berkembang.

Kutu kebul (Bemisia tabaci Gennadius) atau Hemiptera Aleyrodidae adalah jenis hama yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Cuaca panas dan kering sangat mendukung perkembangan kutu kebul, sedangkan hujan lebat yang intens akan mengurangi populasi hama kutu kebul.

Serangga jenis ini terbilang sangat aktif di siang hari dan hidup merajalela di permukaan daun bagian bawah pada malam hari.

KLIK INI:  Mengurai 2 Organisme Pengganggu Tanaman, Repellent dan Atraktan
Ciri fisik Kutu kebul dan cara kerjanya

Kutu kebul dewasa tubuhnya lunak menyerupai ngengat. Pada sayapnya ditutupi dengan lilin bertepung dengan warna kuning terang. Sayapnya dibentangkan di atas tubuhnya laksana tenda. Ukuran serangga jantan sedikit lebih kecil dari serangga betina. Kutu kebul dewasa dapat hidup selama satu sampai tiga minggu.

hama kutu kebul
Hama kutu kebul – Foto/Kompas.com

Bila bertelur, ia akan meletakkan telur-telurnya di dekat pembuluh di bawah permukaan daun tomat. Menariknya, hama ini terbilang dapat berpopulasi dalam waktu sangat cepat yakni sebanyak 300 telur. Ukuran telurnya kecil-kecil sekitar 0,25 mm berbentuk buah pir dan melekat di permukaan daun.

Telur akan berada di pemukaan daun selama 3 – 5 hari selama musim panas dan 5 – 33 hari di musim dingin. Bila sudah menetas, larva tersebut akan bergerak pada permukaan daun untuk kemudian menemukan lokasi makan yang tepat.

Bila sudah menemukan lokasi makan, serangga ini akan menusukkan bagian mulutnya dan mengisap cairan tanaman melalui jaringan floem. Nimfa instar pertama berbentuk bulat telur, pipih dan berwarna kuning kehijauan. Lalu, nimfa instar berikutnya tidak bertungkai dan selama masa pertumbuhannya hanya melekat pada daun.

KLIK INI:  Gerakan Perempuan Menanam Perkuat Ketahanan Pangan
Gejala kerusakan

Bila hama kutu kebul menyerang tanaman tomat, ia akan mengisap cairan tanaman dan mengurangi vigor tanaman. Bila tanaman tomat sudah terinfeksi berat, tanaman akan menguning dan layu.

Bila populasinya semakin massif pada permukaan daun, bisa berdampak pada pengurangan efisiensi fotosintesis tanaman. Akibatnya, pertumbuhan tanaman tomat bisa terhambat, helaian daun menggulung ke atas, ukuran daun mengecil , kaku dan lainnya.

Pada tahap lebih akut, gejala yang ditimbulkan antara lain daun menguning sepanjang tepid an klorosis diantara tulang daun (kuning). Sementara bunga-bunga tanaman menjadi layu dan terkulai dan buah tomat berkurang bahkan tidak mengeluarkan buah. Bila buah telanjut tumbuh, umumnya mengecil dan tidak layak jual akibat serangan hama ini.

Cara mengatasinya

Lalu bagaimana cara mengatasi infeksi dari hama kutu kebul pada tanaman tomat? Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Pilih varietas bibit tomat terbaik. Pilihlah varietas bibit tomat terbaik yang tahan virus Tomat kuning virus daun keriting atau TYLCV. Misalnya varietas dari India Selatan ‘Sankranthi’, ‘Nandi’ dan ‘Vybhav’.
  2. Buanglah sisa tanaman tomat yang masih ada setelah panen dan pastikan melakukan penanaman bibit baru bersamaan.
  3. Bersihkan lahan dari inang dan gulma. Jika bibit tomat disemaikan di area tersebut, tutuplah tempat persemaian bibit atau kotak persemaian dengan jaring serangga.
  4. Pakai perangkap perekat kuning di daerah persemaian bibit sebanyak 1-2 perangkap untuk menjebak kutu kebul.
  5. Gunakan nimba dan imidakloprid dapat pula disemprotkan ke tanah untuk mengendalikan kutu kebul di persemaian bibit tomat.
  6. Tanamlah tanaman pembatas yang tinggi seperti jagung, sorgum untuk mengurangi infeksi kutu kebul.
  7. Lakukan penyemprotan pestisida atau biopestisida yang tepat, namun jangan terus menerus agar hama tidak resisten.

Demikianlah perkenalan dengan hama kutu kebul, cara kerja dan bagaimana mengatasinya agar tanaman tobat terbebas dari sengatannya. Selamat menanam, semoga bermanfaat!

*Sumber

http:bit.Iy/2bcY7wg 

– Buku “Meraup Untung dengan Berkebun Tomat” (Khoirul Anwar). Penerbit Palapa. 2016.

KLIK INI:  Di Malam Hari Buah Apel Tumbuh Lebih Cepat, Iyakah?