7 Filosofi Daun Hijau yang Membuat Hidup Anda Semakin Bermakna

Publish by -469 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
7 Filosofi Daun Hijau yang Membuat Hidup Anda Semakin Bermakna
Ilustasi dedaun - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Pada sehelai daun hijau ada filosofi di dalamnya yang dapat dijadikan pelajaran hidup. Fiilosofi daun hijau mengajarkan kita tentang kehidupan kaya yang harus disyukuri dan dijaga.

Daun hijau tidak hanya memberikan kehidupan dan energi pada manusia, tetapi juga memberikan harapan. Tidak salah bila banyak orang selalu meluangkan waktunya untuk menikmati pemandangan hijau dan alam terbuka. Hal itu karena di sanalah dedaunan hijau bisa dijumpai, menyegarkan mata.

Dedaun yang tumbuh dari sebuah pohon merupakan simbol kesetiaan yang apa adanya. Pohon bertumbuh dengan kelebihannya masing-masing. Memberikan kesejukan pada lingkungan di sekitarnya bahkan memberikan buah yang kemudian dimakan manusia.

Daun tidak menunggu sampai dewasa untuk dapat bermanfaat. Saat baru muncul dengan tunas kecilnya, dedaun sudah berfotosintesis dan memancarkan manfaat untuk dirinya, pohon dan lingkungan. Energi dari hasil fotosintesis dialirkan ke seluruh bagian tumbuhan.

Oleh sebab itu, dedaun hijau menginspirasi kita untuk menjalani kehidupan yang bahagia dan penuh makna. Berikut 7 filosofi lainnya dari daun hijau yang menarik diketahui agar kecintaan pada lingkungan juga terus bertumbuh!

KLIK INI:  Cara Merawat Aglonema Agar dapat Memanen Manfaat Terbaiknya
  • Melambangkan keteduhan

Warna hijau pada daun melambangkan keteduhan dan kesegaran. Dari semua warna yang ada, warna hijau adalah warna yang paling menenangkan mata.

Ini menggambarkan bahwa pada kehidupan yang bermanfaat dan memancarkan keteduhan sebagaimana pada pepohonan akan membangkitkan energi positif bagi yang lain. Kita bisa menjadi manusia sebagaimana dedaunan hijau yang menginspirasi orang lain dengan cara sederhana.

Menariknya, dedaun memancarkan keteduhan sebagai kodrat hidupnya. Dedaun menyuplai kesegaran tanpa beban, tanpa pencitraan, tanpa pamrih. Ini tentang cinta dan kebermanfaatan yang harus selalu dimiliki setiap manusia.

  • Daun mengajarkan tentang adaptasi

Pepohonan yang bertumbuh pada tanah akan mengeluarkan daun yang begitu pandai beradaptasi sesuai cuaca dan iklim yang ada. Daun sanggup menyesuaikan diri pada kondisi alam di sekitarnya. Bahkan saat kemarau tiba, daun rela menggugurkan dirinya untuk menjaga air tanah tidak menguap. Dengan begitu tanaman tetap bisa hidup.

KLIK INI:  Deh, Puntung Rokok Ternyata Lebih Merusak Lingkungan Daripada Sedotan Plastik

Untuk diketahui, tumbuhan yang di tanam di padang pasir akan mengeluarkan dedaun yang ramping dan memiliki lapisan kutila yang tebal sehingga air dalam selnya tidak gampang menguap. Ini peristiwa menarik bagaimana kehidupan harus memiliki kehidupan adaptasi yang kuat. Dengan kemampuan ini, dedaun mengajarkan kita untuk hidup tegar dan kuat di segala kondisi.

  • Daun mengajarkan kemandirian

Tak ada yang lebih mandiri dari dedaunan. Sejatinya, daun dapat memproduksi makanannya sendiri melalui proses fotosintesis melalui sinar matahari. Daun dapat mengerjakan sendiri semua yang dibutuhkannya tanpa bantuan orang lain. Proses perkembangan daun berjalan alamiah tanpa harus diatur sedemikian rupa. Daun mampu beradaptasi secara kuat pada lingkungannya. Ini mengajarkan tentang kemandirian.

  • Daun hidup bekerjasama

Mungkin terlupa dalam pantauan manusia, betapa dedaun hidup bekerjasama. Sehelai daun ternyata saling mendukung dengan dedaun lainnya untuk menjaga keberlanjutan hidupnya. Bila suatu pepopohonan memiliki dedaun yang rimbun nan hijau, itu berarti pohon tersebut hidup dengan baik. Menariknya, semakin sejahtera kehidupan pohon, semakin besar pula manfaat yang ia berikan pada lingkungan dan manusia.

Dedaun saja hidup dengan saling bekerjasama, tentu manusia juga sejatinya harus demikian bukan?

KLIK INI:  Revolusi dari Dapur, Praksis Ekologi Kaum Muda
  • Daun itu tidak egois

Kalau ada manusia yang egois berarti ia tidak pernah belajar pada dedaunan. Simaklah bagaimana dedaun tidak egois dan begitu pandai membalas budi. Daun seolah menyadari bahwa eksistensi dirinya berkat dukungan dari akar, batang, buah, bunga dan juga tanah.

Karenanya, daun yang rimbun juga akan menjalar ke akar yang kuat dan batang yang kokoh. Daun mengerti bahwa setiap hal yang kita dapat bukan sepenuhnya kita ambil sendiri. Tidak boleh egois. Karena itu, daun mendapat hasil makanan dari fotosintesis, untuk kemudian dibagikan ke seluruh bagian tanaman tanpa terkecuali.

  • Daun tiada henti memancarkan kebaikan

Tak ada yang paling istimewa dari dedaunan. Daun bekerja untuk kehidupan tanpa henti dan tanpa lelah sedikit pun. Pada siang hari, zat asam arang CO2 yang ada di udara diserapnya. CO2 digunakan oleh daun untuk proses ‘memasak’ yang dikenal sebagai proses fotosintesis.

Keluarannya akan terdapat dua zat bermanfaat, yaitu energi (zat gula) dan oksigen O2. Banyaknya oksigen yang dikeluarkan daun inilah yang menjadikan udara di sekitar daun pada siang hari menjadi terasa sejuk.

KLIK INI:  Kritis, Orangutan Sumatera Ditembak 74 Peluru di Aceh

Sehelai daun daja bermanfaat, bila ia menyatu menjadi hutan akan menjadi paru-paru dunia. Hutan menyimpan air untuk kehidupan dan menyuplai oksigen alami terus-menerus. Ini pelajaran menarik bagi manusia untuk menjadi pribadi yang tiada henti menebarkan kehidupan.

  • Daun itu indah tetapi pemurah

Simaklah betapa beragamnya bentuk dan corak warna dedaunan. Semuanya menawarkan keindahan dan kesegaran. Dedaun seolah melambangkan tentang cinta kasih tanpa batas.

Daun memancarkan kesejukan yang menghidupkan lingkungan sekitarnya. Ini pertanda betapa di balik keindahannya, dedaun itu pemurah. Bayangkan saja, bagaimana daun berbagi oksigen secara gratis pada kita manusia.

Itulah 7 diantaranya filosofi daun hijau yang menginspirasi kita. Banyak pelajaran penting yang bisa diperoleh di baliknya. Semua mengajarkan tentang kehidupan yang sejatinya harus bermakna dan memberikan kebermanfaatan secara luas. Itulah sebaik-baiknya kehidupan!

KLIK INI:  Saat Komunitas Literasi Berkebun: Tanam Pohon Tin, Panen Rambutan
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!