Rahmia Nugraha, Kartini Tangguh Penggemar Fauna Wallacea

Klikhijau.com - Rahmia Nugraha, nama lengkapnya. Saya mengagumi sosoknya. Mengapa? Karena kecintaan pada satwa Wallacea. Bukti cintanya tak sekadar ia ungkapkan, namun juga ia perbuat. Awal 2017 si...

Rahmia Nugraha, Kartini Tangguh Penggemar Fauna Wallacea
Bacakan Artikel

[irp]

Kali ini tesisnya juga akan mengulas perihal kuskus beruang sulawesi. Mia tak lagi ke Tanjung Peropa. Memilih Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebagai lokasi mencari data tugas akhirnya.

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Boleh jadi pepatah ini mewakili alasannya memilih Bantimurung Bulusaraung.

Meneliti kuskus sekaligus selusur gua pada kesempatan yang sama. Mengapa? Karena taman nasional yang terkenal dengan menara karstnya yang spektakuler ini juga menimbun ratusan gua-gua alami. Gua-gua menawan beragam karakteristik. Sedikitnya 440 gua telah teridentifikasi di wilayah konservasi ini.

Mengamati kuskus di rimba Bantimurung

Namun pencarian kuskus beruang adalah tujuan utamanya. Menjelajah hutan, mencari mamalia imut ini.

Tak lagi pelajari perilakunya. Mia akan meneliti pemodelan kesesuaian habitat kuskus beruang. Tak hanya itu, anak pertama dari dua bersaudara ini juga akan mencari data untuk melakukan pendugaan distribusi spasial kuskus beruang di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Melakukan prediksi lokasi sebaran kuskus beruang berdasarkan sampel koordinat sebarannya. Data menarik yang juga membantu pihak pengelola memahami habitatnya. Juga menjadi dasar melakukan inventarisasi sebaran mamalia marsupial ini. Mamalia berkantung layaknya kanguru.

[irp]

Mia membutuhkan lebih banyak lokasi perjumpaan habitat Ailurops ursinus ini. Banyaknya titik perjumpaan habitat ini akan membuat hasil penelitiannya lebih akurat.

Berjumpa dengan kuskus berbadan bohai ini tidaklah mudah. Apalagi wilayah Makassar dan sekitarnya telah memasuki musim penghujan. Pucuk-pucuk daun mulai riuh bersemi. Membuat kuskus lebih mudah mendapati makanannya. Tak lagi harus menempuh jarak yang jauh mencari pakan.

"Saya menduga kuskus tak lagi banyak keluar dari pohon tempat ia bermalam. Ini cukup menyulitkan menjumpainya secara langsung," tutur Pado, petugas Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Menjadi pendamping Mia selama meneliti kuskus di taman nasional.

Meski begitu Rahmia Nugraha terus bertekad mencari titik sang kuskus bermain dan mencari makan. Pihak taman nasional juga memiliki titik lokasi perjumpaan berdasarkan hasil identifikasi sebaran habitat kuskus beruang sulawesi setahun sebelumnya. "Data taman nasional cukup membantu. Hanya saja saya juga butuh perjumpaan secara langsung. Saya penasaran dengan kuskus di sini."

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: