Mahasiswa KKN Unhas, Programkan Kindang sebagai Sentra Buah

Klikhijau.com – Kondisi tanah yang subur, membuka peluang Desa Kindang sebagai sentra buah. Desa yang terletak di sebelah barat Kota Bulukumba itu memiliki ketinggian kurang lebih 700 – 800 Mdpl. D...

Mahasiswa KKN Unhas, Programkan Kindang sebagai Sentra Buah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kondisi tanah yang subur, membuka peluang Desa Kindang sebagai sentra buah. Desa yang terletak di sebelah barat Kota Bulukumba itu memiliki ketinggian kurang lebih 700 – 800 Mdpl.

Dengan ketinggian tersebut, Desa Kindang memiliki potensi yang cukup besar, khususnya dalam membudidayakan tanaman buah. Ada tiga buah tropis yang bisa dibudidayakan, yaitu durian, alpukat, dan manggis.

Jika ketiga jenis buah tersebut dapat dikembangkan, maka Kindang menjadi dapat sentra buah ke depannya. Hal itu tentu membuka peluang pula menjadi salah satu objek wisata buah yang cukup besar di masa mendatang. Apalagi jika dikembangkan secara berkelanjutan dengan pelaku produksi dan penjual dari masyarakat Desa Kindang itu sendiri.

“Peluang Kindang jadi sentra wisata buah cukup besar. Itu berdasarkan sejumlah penelitian yang sudah dirangkum sedemikian rupa dan berdasarkan Community Based Tourism atau Pariwisata Berbasis Masyarakat (CBT) serta Partisipasi dari Segi Pemberdayaan Masyarakat (Community Development),” ungkap Yehezkiel Hutubbesy.

Lelaki berkacamata yang tergabung dalam program mahasiswa kuliah kerja nyata Universitas Hasanuddin (Unhas) gelombang 109 itu juga menambahkan, setiap dusun di Desa Kindang memiliki potensi buah yang bagus.

“Ada tiga karakter dari Partisipasi dari Segi Pemberdayaan Masyarakat (Community Development), yakni
Berbasis masyarakat (community base), berbasis masyarakat setempat (local resources-base), dan berkelanjutan (sustainable).

Peta pertumbuhan pohon buah

Untuk sentra buah durian, mahasiswa KKN Unhas mempetakan di Dusun Cibollo, Bungayya, dan Mattirodeceng. Jenis tanah ketiga dusun ini adalah lempung berpasir yang subur. Durian jika ditanam di tanah berpasir, maka buah yang dihasilkan kurang bagus karena rasanya bisa menjadi tawar.

Durian dapat tumbuh baik pada derajat keasaman tanah (pH) tanah: 5-7, dengan pH optimum 6-6,5 dan terdapat pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut dengan suhu: 20-30 oC.

Hanya saja ketiga dusun ini memiliki banyak lereng, namun durian  dapat ditanam di dataran rendah dengan curah hujan merata sepanjang tahun serta di dataran agak miring, tetapi tidak melebihi 35°. Untuk lahan yang miring perlu membuat terasering untuk mencegah erosi.

Potensi buah selanjutnya adalah alpukat, buah ini dapat dibudidayakan di Dusun Sapaya, Cibollo, dan Bungayya.

Alpukat dapat tumbuh pada curah hujan minimum 750-1000 mm/tahun. Kebutuhan cahaya matahari berkisar 40-80% dengan suhu optimal berkisar antara 12,8-28,3oC.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2