Kalla Group Dukung Kolaborasi Berkelanjutan Penanganan Sampah di Sambung Jawa

Klikhijau.com – Kalla Group ikut serta memberi dukungan dalam upaya penanganan sampah di Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Kalla Group yang mewakili sektor swasta memiliki ke...

Kalla Group Dukung Kolaborasi Berkelanjutan Penanganan Sampah di Sambung Jawa
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kalla Group ikut serta memberi dukungan dalam upaya penanganan sampah di Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar.

Kalla Group yang mewakili sektor swasta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan khususnya dalam pengurangan timbulan sampah. Tidak hanya itu, Kalla Group juga berkomitmen mengambil peran dalam mendukung pemerintah dan masyarakat dalam memanfaatkan sampah sebagai bahan baku ekonomi.

Anshar A. Rahman, General Manager Peralatan dan Asset PT Bumi Karsa (Kalla Group) mengatakan, masalah penanganan sampah di Kota Makassar antara lain karena sistem pengelolaan sampah masih menggunakan sistem kumpul-angkut-buang ke tempat pembuangan sementara (TPS) atau tempat pembuangan akhir (TPA).

Menurut Anshar, ke depan penanganan sampah di TPA harus bergerak dari skema open dumping, ke skema controlled landfill ataupun sanitary landfill.

“Model TPA yang open dumping mempunyai risiko bau yang ditimbulkan menganggu masyarakat sekitar. Risiko pencemaran lingkungan dari timbunan gas yang dihasilkan oleh sampah dan pencemaran dari air lindi atau lecate dan banyak lagi. Ini tentu ddapat memengaruhi keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat,” kata Direktur PT Tombolo Energy ini.

Dalam hal ini, penanganan sampah di TPA sejatinya sudah bisa didorong menjadi Pembangkit Tenaga Listrik, PSEL (PLTSa).

“Ini memang sejalan dengan Perpres No. 35 Tahun 2018 yang menetapkan Makassar sebagai salah satu kota untuk mempercepat pembangunan intalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan,” katanya.

Sayangnya, kata Anshar, kajian tentang PSEL semacam ini tidak tuntas, banyak yang lupa bahwa musim hujan adalah kelemahan PSEL dimana sampah di TPA pada basah berair.

“Memang ada teknologi yang bisa mengolah sampai tingkat kadar air 60%, namun teknologi PSEL perlu investasi yang tinggi, Return on Investmentnya (ROI) nya butuh waktu lama.”

[caption id="attachment_27263" align="alignnone" width="1040"]Anshar Rahman saat diskusi dengan Warga Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar Anshar Rahman saat diskusi dengan Warga Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar[/caption]

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2