Pantai yang Bersalin Nama

Anak-anak berhamburan ketika lelaki itu datang. Meninggalkan mainannya di Turungan Ara. Lelaki itu datang tak sendiri. Ia bersama empat temannya. Semuanya menenteng  senjata. Berseragam tentara pula....

Pantai yang Bersalin Nama
Bacakan Artikel

[irp]

Resah yang menanak dirinya

Deburan ombak Pantai Mandala Ria masih sama. Di usiaku yang semakin senja. Aku dan Sukahati kerap menghabiskan waktu di pantai. Mengenang masa muda kami yang romantis.

Pantai Mandala Ria kini tak lagi sama, telah tersulap jadi tempat wisata. Orang-orang ramai berkunjung. Kunjungan yang membawa suka cita.

Sayangnya, kunjungan itu juga membawa duka cita. Pengunjung membuang sampah seenaknya.

Di usia kami yang senja, kami kerap pula membersihkan pantai Mandala Ria. Sampah-sampah plastik yang di bawa pengunjung dan ombak merampas keelokannya.

“Bukan manusia, membuang sampah sembarangan.” Umpatan itu jadi ritus Sukahati setiap kami berkunjung ke pantai.

Setiap ia mengumpat begitu, aku melihatnya jauh lebih muda dari usianya. Sukahati kembali muda. Diam-diam aku selalu berdoa, semakin banyak yang membuang sampah di Pantai Mandala Ria agar Sukahati tak pernah menua. ***

Maret 2024

[irp]

Pilih Halaman: