Panggung Terbuka di Pasar Gelap Satwa Liar Dilindungi di Sulawesi Selatan

Klikhijau.com - Perdagangan ilegal (illegal trade) satwa liar dilindungi di Sulawesi Selatan (Sulsel) memang cukup ramai, setidaknya dilihat dari laporan otoritas terkait. Sepanjang tahun 2018 hingga...

Panggung Terbuka di Pasar Gelap Satwa Liar Dilindungi di Sulawesi Selatan
Bacakan Artikel

โ€œTim saya juga sempat melaporkan temuan kami ini ke BBKSDA Sulsel, sebab mereka adalah pihak yang paling berwenang. Namun, tidak ada kejelasan apakah mereka berhasil menelusuri pelaku atau justru kehilangan jejak,โ€ cerita Fifi.

Sama seperti Eto, Fifi juga mengakui adanya potensi keuntungan besar yang memicu tetap terjadinya perdagangan satwa endemik hingga saat ini. Padahal, kata Fifi, fenomena illegal trade sangat disayangkan mengingat satwa langka yang dilindungi Undang-Undang tersebut jumlahnya semakin sedikit bahkan diambang punah.

Dari pantauan Fifi di Sahabat Satwa Makassar, jenis satwa dilindungi yang paling banyak dijumpai dijual melalui sosial media adalah jenis burung. Karenanya, Fifi berharap ada progres yang lebih serius dari pemerintah sebagai pihak yang paling berwenang dalam perlindungan satwa.

โ€œBBKSDA seharusnya lebih cepat tanggap, dalam arti pada saat orang melaporkan ada perdagangan ilegal, sebaiknya segera ditindak. Orang memperdagangkan hewan endemik karena nilai jualnya tinggi jadi dari sisi ekonominya bisa mendapatkan uang yang banyak, makanya pemerintah memiliki peranan penting untuk menjaga kelestarian hewan-hewan ini,โ€ tegas Fifi.

[irp]

Fifi juga berhadap agar pelaku kejahatan satwa dilindungi dapat dibongkar hingga ke akar-akarnya. โ€œJadi mereka harus ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Pemerintah juga berperan penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai hewan-hewan dilindungi,โ€ kata Fifi.

Kepala Unit Operasi Gakkum Sulawesi, Muhammad Anis, SH., mengatakan beberapa pelaku perdagangan satwa ilegal di ruang publik dan di sosial media sudah banyak diproses. Hanya saja, pihaknya masih terbatas pada aduan masyarakat. Karenanya, Anis berharap masyarakat lebih proaktif melaporkan bila ada modus perdagangan ilegal satwa dilindungi.

โ€œKami masih berdasar pada informasi asyarakat saja. Semua aduan dan laporan masyarakat selama ini pasti kami tindaklanjuti. Jadi, silakan melaporkan dan mengajukan pengaduan ke Gakkum, kami akan eksukusi,โ€ tegas Anis.

Oleh sebab itu, kata Anis, kerjasama semua pihak baik unsur pemerintah, LSM, media massa dan masyarakat diperlukan khususnya dalam memberi informasi atas dugaan illegal trade.

Di sinilah pentingnya pengetahuan dan literasi mengenai satwa dilindungi agar semua pihak dapat pro aktif melaporkan indikasi perdagangan ilegal.

[irp]

Masih lemahnya literasi satwa

Sayangnya, pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya hidup berdamain dengan hewan masih sangat rendah. โ€œApalagi bila sudah menyangkut spesies endemik tertentu, masih banyak masyarakat yang minim pemahaman bahwa dilarang diperdagangkan,โ€ kata Fifi Tandihardjo.

Bersama komunitasnya di sahabat satwa Makassar, Fifi dan rekannya saat ini sedang fokus melakukan edukasi ke masyarakat semisal sosialisasi pentingnya mencintai hewan serta penggalangan dana untuk perawatan dan pelestarian satwa. ย Menurut Fifi, semua orang harus paham bahwa hewan baik yang endemik maupun yang tidak, layak mendapat kehidupan yang aman dan baik di sisi manusia.

โ€œKita ini manusia sebenarnya diberi akal budi pikiran. Kami berusaha mendidik masyarakat untuk mengasihi hewan. Bukan hanya hewan tertentu saja, termasuk hewan ternak, apalagi hewan langka,โ€ jelas Fifi.

Karenanya, Fifi berharap semua pihak harus memahami mana satwa endemik yang dilarang diperjualbelikan. Dengan begitu, setiap ada indikasi perdagangan khususnya di pasar hobi, masyarakat sebaiknya melapor ke BBKSDA.

Sayangnya, Tim WRU BBKSDA Sulsel, Yusry, mengatakan hingga saat ini belum berhasil menemukan jaringan khusus dari penyedia satwa dan pedagang, termasuk yang terjadi di sosial media.

[irp]

Pihaknya masih terus mendalami praktik perdagangan yang terus beroperasi baik di pasar hobi maupun di media sosial. Tim WRU juga memastikan, praktik illegal trade di Sulsel masih melibatkan pemain kecil yang menyasar pasar peminat satwa.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: