Masa Depan Desa wisata Berlabel Ramah Lingkungan

Klikhijau.com - Beberapa tahun terakhir, desa-desa di Indonesia bergegas mengeksplorasi potensi wisatanya. Mereka membangun apa yang disebut dengan "desa wisata". Ini menarik dan tentu saja potensial...

Masa Depan Desa wisata Berlabel Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel

Antusias warga sekitar cukup tinggi mengunjunginya, terutama untuk kepentingan swafoto dan mungkin melunasi rasa penasaran. Sayangnya, seperti banyak spot ekowisata di banyak tempat, Luppung juga diselimuti banyak kelemahan.

Beragam masalah

Di mana masalahnya? Pertama, perencanaan pembangunan ekowisata di desa tidak memikirkan aspek keberlanjutannya. Kedua, biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan destinasi ekowisata seringkali hanya terfokus pada penataan ruang tanpa memikirkan inovasi, kreativitas dan kekhasannya. Misal, bagaimana menawarkan sesuatu yang sungguh otentik dan memukau, fasilitas yang ramah bagi pengunjung serta wisata ramah lingkunganโ€”ini semua selalu absen dalam lanskap ekowisata di desa.

Di desa wisata lainnya di Indonesia, juga hampir mengalami hal yang sama. Seringkali karena latah-latahan melihat sepak terjang desa lain, sebuah destinasi ekowisata dibangun sekadar mengandalkan eksotika alam. Tanpa perencanaan berkelanjutan dan manajemen yang baik, destinasi itu akan mati suri seiring waktu.

Selain dukungan kebijakan dan perencanaan, ekowisata lokal tidak menggambarkan etos budaya lokal. Faktanya, masyarakat di pedesaan belum semuanya memiliki model pengelolaan sampah yang baik. Tidak sedikit warga di desa membuang sampahnya dengan cara: bakar, timbun dan buang ke sungai atau lautan. Perilaku buruk ini juga mewarnai eksistensi destinasi ekowisata di desa, di mana sampah dan pemakaian plastik sekali pakai misalnya belum jadi prioritas untuk dikelola.

[irp]

Hal ini membuat destinasi wisata di pedesaan terdesak oleh masalah lingkungan. Padahal, destinasi ekowisata sejatinya justru menawarkan edukasi pada pengunjungnya.

Merawat keberlanjutan

Menikmati wisata alam berarti memasuki ruang kontemplasi terdalam, betapa alam menyediakan kebaikan pada manusia.

Karenanya, berwisata alam berarti meneguk makna tentang pentingnya harmonisasi antara alam dan manusia. Sebuah penghayatan tentang alam semestayang harus dijaga dan dilestarikan dengan cinta.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: