Masa Depan Desa wisata Berlabel Ramah Lingkungan

Klikhijau.com - Beberapa tahun terakhir, desa-desa di Indonesia bergegas mengeksplorasi potensi wisatanya. Mereka membangun apa yang disebut dengan "desa wisata". Ini menarik dan tentu saja potensial...

Masa Depan Desa wisata Berlabel Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel

Bukan hanya soal infrastruktur yang tidak memadai, faktor keamanan dan kenyamananโ€”di Rammang-Rammang misalnya belum disiapkan tawaran alternatif yang membuatnya selalu dirindukan.

Hal yang sama saya jumpai saat berkunjung di wisata mangrove Tongke-Tongke Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. Kawasan ini tergolong menarik sebagai kawasan ekowisata mangrove, tetapi pengunjung hanya sebatas menyaksikan hutan bakau, panorama laut beserta angin sepoinya.

Pengunjung belum disajikan kuliner khas pesisir, makanan dan minuman berbahan bakau, atau fasilitas jelajah hutan bakau. Bahkan, sangat disayangkan, kubangan sampah begitu massif, merusak pemandangan. Kawan Saya bernama Fumiko Furukawa (Dosen dari Kobe University Jepang) yang pernah studi banding bersama mahasiswanya di Tongke-Tongke mengagumi keindahan kawasan iniโ€”tetapi ia terkejut dan sangat terganggu dengan sampah plastik yang berseliweran.

Belum lagi adanya konflik kepentingan antara otoritas lokal (Kepala Desa) dan pihak Pemerintah Daerah Sinjai terkait pembagian pemasukan. Hal ini berakibat pada tidak adanya pengembangan serius di Tongke-Tongke yang berdampak positif pada masyarakat di sekitarnya.

[irp]

Di Kabupaten sebelahnya yakni Bulukumba juga mulai tertarik mengembangkan wisata mangrove. Tepatnya di Desa Mannyampa Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumbaโ€”sebuah kawasan wisata baru bernama โ€œMangrove Luppungโ€ juga diperkenalkan di awal tahun 2020.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: