Kenali 11 Jenis Burung Dilindungi yang Banyak Beredar di Pasar Ilegal Sulawesi Selatan

Klikhijau.com โ€“ Perdagangan ilegal satwa liar dilindungi khususnya jenis burung sangat marak, termasuk di Sulawesi Selatan. Tidak sedikit diantara jenis burung tersebut tergolong endemik dan masuk kat...

Kenali 11 Jenis Burung Dilindungi yang Banyak Beredar di Pasar Ilegal Sulawesi Selatan
Bacakan Artikel

Nuri merah maluku (Eos Borneo), menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi, mangrove dan perkebunan kelapa.

Jenis ini memiliki paruh berwarna merah atau oranye, kaki abu-abu dan iris mata berwarna kuning sampai merah. Panjang tubuhnya sekitar 24-31 cm. Warna bulunya didominasi oleh warna merah, sedikit hitam dan biru di bagian sayap.

Nuri merah maluku tersebar di Kepulauan Maluku (Ambon dan Saparua) juga di Kepulauan Kei.

[irp]


  1. Kakatua raja


[caption id="attachment_14797" align="alignnone" width="448"]Kakatua Raja Kakatua Raja - Foto/Jenis Fauna Indonesia[/caption]

Kakatua raja (Probosciger aterrimus), burung dilindungi berwarnaย  hitam dan berukuran besar, dengan panjang sekitar 60 cm. Burung ini memiliki kulit pipi berwarna merah dan paruh besar berwarna kehitaman.

Di kepalanya terdapat jambul besar yang dapat ditegakkan. Tersebar di Pulau Irian dan Australia bagian utara.



  1. Kasturi kepala hitam



[caption id="attachment_14798" align="alignnone" width="448"]kasturi kepala hitam kasturi kepala hitam - Foto/8u8ilawati.blogspot.com[/caption]

Kasturi kepala hitam (Lorius lory), burung yang ukurannya sedang. Dadanya merah, sedangkan paruhnya berwarna kuning. Sayapnya hijau dan tengkuk belakang berwarna hitam. Sedangkan mahkota kepalanya hitam.

Jenis ini menghuni hutan hujan primer, tepian hutan, wilayah berawa, dan hutan kering. Jenis ini sering didapati di tepi pantai. Dapat dijumpai di ketinggian 1000 mdpl dan tersebar di Pulau Papua.

[irp]



  1. Cendrawasih



[caption id="attachment_14799" align="alignnone" width="448"]Cendrawasih Cendrawasih - Foto/Akurat[/caption]

Cendrawasih (Paradisaea apoda), hidup di dataran rendah dan tersbar di Irian dan Maluku khususnya di Kepulauan Aru. Ciri-ciri fisiknya tergolong khas, seperti jantan yang memiliki bulu berwarna coklat dan bermahkota kuning. Tenggorokannya berwarna hijau zamrud dan bantalan dadanya cokelat kehitaman.

Sedangkan, jantan dihiasi bulu-bulu panggul yang besar berwarna kuning dan memiliki sepasang ekor kawat (bulu sungut) yang panjang. Betina, remaja, sepenuhnya cokelat dengan mata kuning terang dan paruh biru pucat.



  1. Elang sulawesi



[caption id="attachment_14800" align="alignnone" width="448"]elang sulawesi elang sulawesi - Foto/beritalingkungan[/caption]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: