Kisah Maria, Mualaf di Usia Senja dan Pohon Zaitun untuk Palestina

Klikhijau.com โ€“ Sejak kecil Maria tak pernah mengenal siapa orang tua kandungnya. Ia sebatang kara, menghabiskan waktunya di panti asuhan hingga usia 15 tahun di Liverpool, Inggris. Setelah beranja...

Kisah Maria, Mualaf di Usia Senja dan Pohon Zaitun untuk Palestina
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Sejak kecil Maria tak pernah mengenal siapa orang tua kandungnya. Ia sebatang kara, menghabiskan waktunya di panti asuhan hingga usia 15 tahun di Liverpool, Inggris.

Setelah beranjak remaja, ia berpindah ke kota lain melanjutkan hidupnya. Kemudian Maria memutuskan menetap di Essex, Inggris hingga memasuki usia senja.

Maria memantapkan hatinya untuk hidup menjomlo alias tidak menikah. Ia tetap hidup sendiri, tanpa keluarga, tanpa anak.

Maria merasa telah cukup dengan memiliki kolega dan teman yang selalu menemaninya. Terlebih ketika hidayah Islam merasuki hatinya di tahun 2019 lalu. Ia merasa mendapat keluarga baru.

[irp]

Ketika ย mengucapkan dua kalimat syahadat tahun 2019 di usia 84 tahun nama Maria berubah menjadi Maryam atau Mariam. Nama ibu dari Nabi Isa As, salah satu perempuan yang dijamin masuk surga.

Karena usianya telah senja saat masuk Islam, ia mendapat dukungan dan perhatian serta bimbingan lebih ย dari Pusat Islam Redbridge (RIC) di kota setempat.

Sebelum memeluk Islam, Mariam tidaklah asing dengan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW itu. Mariam telah mengenal jika tempat ibadah umat Islam adalah masjid dan orang Islam tidak makan babi dan minum alkohol.

Suatu hari di musim dingin, ia lewat di depan masjid. Rasa penasaran Mariam mengajaknya mampir di masjid itu. Ia tidak masuk, hanya berdiri saja di teras, menyaksikan orang melaksanakan salat. Pada saat itu umat Islam yang ia saksikan sedang melaksanakan salat Jumat.

Jamaah terunyah dengan jawaban Maria

Ia tetap berdiri menyaksikannya dengan saksama hingga seorang perempuan muda memakai jilbab menghampirinya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: