Kisah Maria, Mualaf di Usia Senja dan Pohon Zaitun untuk Palestina

Klikhijau.com โ€“ Sejak kecil Maria tak pernah mengenal siapa orang tua kandungnya. Ia sebatang kara, menghabiskan waktunya di panti asuhan hingga usia 15 tahun di Liverpool, Inggris. Setelah beranja...

Kisah Maria, Mualaf di Usia Senja dan Pohon Zaitun untuk Palestina
Bacakan Artikel

โ€œApakah boleh wanita tua seperti diriku masuk ke dalam masjid?โ€ tanyanya sambil menunjuk pada kepalanya yang tidak ditutup suatu kain.

Awalnya ia mengira akan diusir, tapi ternyata perempuan muda itu menyambutnya dengan ramah dan mengajaknya masuk.

โ€œAwalnya kukira, aku akan diusir dan disuruh segera pulang. Namun, perempuan muda itu menyapaku dengan ramah, dan mempersilakanku untuk masuk ke dalam masjid,โ€ kata Maria, seperti dilansir dari akun Instagram @mariam_revert seperti yang dilansir dari Republika, Rabu, 13 Mei 2020.

Ketika tiba di dalam masjid, Mariam dipersilakan duduk di kursiโ€”menyaksikan orang melakukan salat. Pada hari itu Mariam mendapat penjelasan singkat mengenai Islam dari perempuan muda yang mengajaknya masuk masjid, termasuk yang dilaksanakan hari itu, yakni salat Jumat dan dan juga mengapa harus salat menghadap kaโ€™bah.

[irp]

Setelah mendapat penjelasan, rasa tertarik Mariam terhadap Islam kian tumbuh. Ia kemudian bertanya bagaimana menjadi seorang Muslim. Ia merasa tersentuh dengan cara beribadah umat Islam. Ia ingin menghabiskan masa tuanya dengan rasa tenteram.

Setelah itu, Maria mendapatkan penjelasan tentang arti menjadi seorang Muslim. Pertama-tama, ia harus mengucapkan dua kalimat syahadat. Asyhaduan Laa Ilaaha Illa Allah, wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah

Beberapa hari kemudian, Maria kembali mendatangi masjid tersebut untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Mengikrarkan diri sebagai seorang muslim di usianya yang telah senja.

Sebelum masuk masjid,ย  ia telah paham bahwa orang harus melepas alas kakinya dan perempuan mesti mengenakan penutup kepala. Oleh karena itu, saat bersyahadat, ia memakai kerudung dan menanggalkan sepatunya di luar.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: