Misi Kemanusiaan untuk Palestina pada Semangkuk Sup Konro

Klikhijau.com - Sup konro adalah salah satu warisan kuliner Indonesia yang telah mendunia. Masakan berbahan dasar tulang atau dalam bahasa Bugis 'konro' ini merupakan makanan khas Bugis-Makassar, Sula...

Misi Kemanusiaan untuk Palestina pada Semangkuk Sup Konro
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Sup konro adalah salah satu warisan kuliner Indonesia yang telah mendunia. Masakan berbahan dasar tulang atau dalam bahasa Bugis 'konro' ini merupakan makanan khas Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada umumnya, sup konro disajikan dengan kuah yang kaya rempah-rempah khas bumi pertiwi. Kuahnya yang kental dengan warna cokelat gelap akan sangat menggiurkan.  Apalagi jika ditambah dengan perasan jeruk nipis. Akan sukses menggoyang lidah saat rasa pada kuah dan asam berpadu dalam satu mangkok sup konro. Nikmat tiada tara.

Apalagi jika sudah berkolaborasi dengan nasi atau ketupat yang sudah dipotong-potong terlebih dahulu. Akan semakin menambah kenikmatannya. Dalam satu mangkuk akan diisi beberapa potong tulang yang dibaluri kuah khas Sulawesi. Ditambah dengan irisan daun bawang dan dipasangkan dengan bawang goreng yang gurih. Membuat siapa pun takkan mampu menolak daya tariknya yang otentik itu.

Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, seorang pemuda bernama Elfianto (23) membuka warung makan yang diberi nama Rumah Konro. Warung ini beralamat di Jalan. Ahmad Yani, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Tepat di samping Markas KODIM 1411/Bulukumba.

Sore itu, Rabu, 26 Mei 2021 Elfianto sedang menghitung keuntungan dari hasil berjualan sup konronya. Setelah menghitung segepok uang yang dia keluarkan dari tasnya, dia langsung menuju Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba.

Hari itu, terakhir Elfianto menjalankan misi kemanusiaannya, yang telah berlangsung sejak 20 Mei lalu. Selama enam hari anak bungsu dari empat bersaudara ini mengumpulkan donasi dari keuntungannya berjualan sup konro.

Donasi ini akan disalurkan ke Palestina sebagai wujud kepedulian dan solidaritasnya dalam membantu masyarakat di tanah Gaza yang tengah berjuang bertahan dari serangan Zionis Israel.

Karena malu turun ke jalan

Saat ditanyai, Elfianto mengaku sangat mencintai Palestina. Bahkan ide awal ia berjualan sup konro, hanya semata-semata sebagai bentuk penggalangan dana darinya untuk Palestina.

"Ide untuk jualan konro berawal dari niat mau bantu/ikut berdonasi untuk Palestina. Tapi saya malu turun ke jalan minta sumbangan," ucapnya tersenyum.

Elfianto mengaku, misi ini telah berlangsung sejak dua tahun lalu. Saat awal peperangan terjadi di tanah Gaza. Awalnya dia berjualan sup konro di rumahnya. Yang ditopang dengan keaktifannya melakukan promosi via akun sosial media. Membuat sup konronya pun perlahan dikenal luas di masyarakat yang hobi dengan olahan tulang sapi atau kuda ini.

Bermodal resep turun temurun dari keluarga. Ditambah pekerjaannya yang berjualan tulang sapi atau kuda mentah di pasar. Sehingga tercetus ide untuk mengolah tulang menjadi sup konro yang nikmat. Apalagi kata dia, peminat sup konro cukup banyak di Kabupaten Bulukumba. Semua kalangan suka makan konro.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2