Berkebun di Rumah, Lebih dari Sekadar Gaya Hidup

Publish by -79 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Berkebun di Rumah, Lebih dari Sekadar Gaya Hidup
Tanaman sayur sawi yang ditanam secara organik - Foto/Ist

Klikhijau.com – Berkebun di rumah perlahan jadi gaya hidup urban. Tidak sedikit orang mulai terpikir menanam sayuran dan buah berpohon rendah di halaman rumah walau ruangnya amat terbatas. Istilah urban farming pun mulai jadi tagar familiar para pegiat tanaman di perkotaan.

Tidak saja untuk sekadar mengisi waktu kosong atau mengusir kebosanan di rumah. Berkebun di rumah mulai disadari sebagai satu cara “mendekatkan pasar dari rumah”. Atau memulai suatu upaya pemenuhan akses pangan secara mandiri, dari rumah.

Poin kedua ini menarik terutama di masa pandemi. Ketersediaan pangan di rumah setidaknya untuk sayuran bukan hal mustahil dapat dijadikan sebagai suatu budaya. Manfaatnya luar biasa, selain dapat menikmati sayuran sehat, menanam di rumah secara perlahan akan menggiring kita untuk hidup dekat dengan alam (back to nature).

Hal itu, karena konsep urban farming saat ini telah beririsan erat dengan pertanian organik dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Sebagai contoh, penanaman sayuran semakin populer memakai botol plastik bekas atau kantong bekas. Atau pupuk organik yang sudah memakai kompos olahan limbah rumah tangga atau eco enzyme.

KLIK INI:  6 Ide Mengemas Liburan Anak di Rumah yang Ramah Lingkungan

Dengan demikian, pertanian ala urban sekaligus akan mengubah minset kita pada dimensi yang lebih luas yakni tentang pentingnya pangan sehat yang ramah lingkungan. Juga tak kalah pentingnya adalah bertumbuhnya pola hidup ramah lingkungan, khususnya dalam hal kebersihan lingkungan dan penanganan sampah.

Berkebun di rumah dan ingatan

Pendeknya, berkebun di rumah adalah sebuah harapan. Dari manfaatnya yang kompleks, berkebun di rumah berarti menjadikan rumah sebagai pusat belajar tentang harmoni alam dan keberlanjutan.

Anak-anak akan terdidik lebih dini memahami pentingnya menanam yang dengan sendirinya akan membuat mereka dapat menghargai makanan. Menjadikan rumah sebagai ruang terbatas tetapi dengan aktivitas dan kreativitas tanpa batas.

Berkebun juga mengedukasi bagaimana berdisiplin dan menghargai waktu. Setiap gerak dan aktivitas yang dilakukan dalam menanam atau merawat tanaman juga mengajarkan tentang pentingnya menghargai proses. Di satu sisi juga memberi kepuasan batin dan optimisme untuk menjalani hari-hari yang bermakna dan kepuasan menikmati sayur organik hasil buah tangan sendiri.

KLIK INI:  Synchronize Fest 2019: Konser Musik Berkonsep Ramah Lingkungan

Ada dua kegembiraan yang didapat dari menanam di rumah. Pertama, kegembiraan menyimak setiap tanaman bertumbuh. Kedua, kegembiraan saat panen tiba.

Di masa pandemi seperti sekarang, berbahagialah mereka yang masih sibuk mengurus tanamannya di rumah. Berbahagialah bisa memanennya saat akses keluar rumah amat terbatas.

Selamat datang bagi para pemula yang mulai sibuk mencari informasi tentang urban farming, hidroponik, perihal bibit sayuran dan lainnya.

Kita bisa mulai dari nol dengan menanam sayuran yang dapat dipanen dalam waktu sebentar dan sistem perawatan sederhana. Pandemi membangkitkan kesadaran menanam. Lihat saja, betapa banyak ajakan diskusi tentang berkebun di rumah yang berbagi tips dan pengetahuan menanam secara gratis.

Tidak ada yang sulit dilakukan. Mari memulai! Ini tak sekadar gaya hidup. Berkebun di rumah adalah tentang ingatan pada kampung halaman, dimana kita dapat memanen segala rupa tak jauh dari pintu rumah.

KLIK INI:  Lebih Produktif Menulis dalam Masa Social Distancing
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!