Kemarau Ingatan

Kemarau Ingatan   lampu kamar padam lebih awal semalam. kantuk tiba bacai semua pikiran. ruang tamu menanti datangmu bawa bunga-bunga. “air telah kering di mataku,” katamu “dirampas kem...

Kemarau Ingatan
Bacakan Artikel

aku memilih pulang
memanen hujan dari mataku saat kemarau begini
kubayangkan marahmu tumpah pada segelas kopi
pahitnya akan sampai ke langit

lalu menjadi lumut-lumut yang tak lagi disinggahi hujan.
………gersang yang rapuh…..

aku tetiba saja ingin jadi mikroplastik
menelusup ke dalam air darahmu
jadi denyut, jadi abadi
menyakiti seluruh tubuh dan pikiranmu

[irp]

Pilih Halaman: