Kecupan Kemarau

Kecupan Kemarau   Sebelum pergi, kemarau mengecup kerut dahiku Mengorek rasa nyeri dalam rongga benakku Kemarau yang bernama takdir Tak mungkin kulawan Maka kubiarkan saja ia menjilat mata...

Kecupan Kemarau
Bacakan Artikel

Kecupan Kemarau

 

Sebelum pergi, kemarau mengecup kerut dahiku Mengorek rasa nyeri dalam rongga benakku Kemarau yang bernama takdir Tak mungkin kulawan

Maka kubiarkan saja ia menjilat mata batinku Bakar gelap yang terlelap dalam kamar impian Kukosongkan bola mata dari angan kelabu

Tak usah terkejut Toh, putaran jarum jam akan merajut kisah dan takdir lain Kisah kemarau dari bibir petani yang selalu bisu Bisu dari apresiasi dalam belantara kebijakan baru pemerintah

Mau apa lagi? Semua dikelupas nasib Dan tak ada yang mengerti kenapa mereka harus peduli

Aku mengusap wajah “panen gagal lagi tahun ini,” ujarku

Kemarau memanggang. Air irigasi mengisi kantong koruptor

2023

Dalam Bingkai

Aku di pojokan dalam bingkai sebuah lukisan Kebun pisang yang samar, hutan pinus yang terbakar Seorang bocah kecil kesasar

Yang ditungguinya cuma kapan lolos dari rasa tersesat Lepas dari lubuk ketakutan yang memenjarakan hidupnya

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2