Kecupan Kemarau

Kecupan Kemarau   Sebelum pergi, kemarau mengecup kerut dahiku Mengorek rasa nyeri dalam rongga benakku Kemarau yang bernama takdir Tak mungkin kulawan Maka kubiarkan saja ia menjilat mata...

Kecupan Kemarau
Bacakan Artikel

Dalam Bingkai

Aku di pojokan dalam bingkai sebuah lukisan Kebun pisang yang samar, hutan pinus yang terbakar Seorang bocah kecil kesasar

Yang ditungguinya cuma kapan lolos dari rasa tersesat Lepas dari lubuk ketakutan yang memenjarakan hidupnya

Di dalam dirinya pinus tumbuh berbuah apel Belukar, ular, dan jalan-jalan yang menyesatkan

Ia seperti sedang menghadapi teka-teki ganjil Seperti dihadapkan dengan perobatan di dapur yang menghitung upah kerja Bon-bon warung dan itu Uang jajan bocah yang tak kenal senyum ibu

Satu-satunya yang tersisa hanya lampu lima watt Dan seorang lelaki tua di pojok kamar menghitung utang Dalam kepalanya terbersit sebuah pertanyaan, "Apakah lukisan itu kujual saja?"

Lukisan hutan hijau yang babat Lalu dipindahkannya ke dalam lukisan

2023

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: