Jenitri, Pohon Ritus yang Bijinya Berpotensi Jadi Komoditas Ekspor

Klikhijau.com – Pohon jenitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb) itu tumbang. Seiring dengan meredanya suara senso (mesin pemotong kayu) yang tadinya meraung-raung di belakang rumah Puang Firman. Separuh dar...

Jenitri, Pohon Ritus yang Bijinya Berpotensi Jadi Komoditas Ekspor
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Pohon jenitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb) itu tumbang. Seiring dengan meredanya suara senso (mesin pemotong kayu) yang tadinya meraung-raung di belakang rumah Puang Firman. Separuh dari pohon bergenus Elaeocarpus itu menerpa sawah Puang Dubi.

Sanneng dkk, yang menebang pohon tersebut, Kamis 19 Mei 2022 memang sengaja mengarahkannya ke sawah dengan cara menariknya menggunakan tali. Sebab jika tidak demikian, ditakutkan akan menerpa rumah di sekitar pohon jenitri itu tumbuh.

Pohon jenitri, kadang disebut pula dengan genitri atau ganetri  di kampung saya, Kindang, Bulukumba. Masyarakat menamainya galittiri.

Pohon ini memiliki daya tarik yang menarik. Daya tariknya terletak pada daunnnya yang memiliki keunikan tersendiri. Akan berwarna merah nyala ketika tua, saat berada di usia akan gugur ke tanah.

Jenitri adalah jenis pohon yang tinggi menjulang. Bisa tumbuh 20 hingga 30 meter. Karena pohonnya  terbilang besar,  jenitri  banyak dimanfaatkan  untuk pertukangan dan bahkan jadi bahan baku pembuatan alat musik, di antaranya gitar dan piano.

Pohon ini  bukanlah pohon sembarangan, buahnya bisa menjadi obat dan bahkan jadi komoditas ekspor ke luar negeri, khususnya ke Nepal dan India.

Di negara tersebut, biji dari pohon ini dijadikan sebagai pelangkap ritus keagamaan. Bahkan di India pohon ini sangat istimewa dengan nama rudraksha yang artinya mata Dewa Siwa.

Rudra artinya Dewa Siwa dan Raksha berarti mata. Orang Hindu meyakini, rudraksha adalah air mata Dewa Siwa yang jatuh ke bumi lalu  tumbuh menjadi pohon jenitri.

Heyne, (1987) juga mengungkapkan bahwa  biji pohon dijadikan sebagai pelengkap pada  upacara keagamaan serta bahan baku obat.

Di Indonesia biji ganitri hanya dimanfaatkan sebagai produk perhiasan dan perdagangan. Bentuk dan ukuran bijinya yang unik menjadikannya banyak dipilih sebagai produk perhiasan seperti gelang, kalung, dan tasbih.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2