Sawah Terpanggang, Hutan Adat Bertahan, Melihat Ketahanan Pangan Sulawesi Saat El Nino

Sawah Terpanggang, Hutan Adat Bertahan, Melihat Ketahanan Pangan Sulawesi Saat El Nino
Sawah Terpanggang, Hutan Adat Bertahan, Melihat Ketahanan Pangan Sulawesi Saat El Nino.
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Di bawah langit Pasifik yang menghangat, pergeseran angin di kawasan khatulistiwa selalu membawa kabar yang sama bagi Nusantara, kemarau panjang. Fenomena El Nino, yang dipicu oleh lonjakan suhu muka laut di Pasifik Tengah dan Timur, bukan hanya istilah meteorologi dalam laporan tahunan. Bagi para petani di hamparan dataran aluvial Sulawesi Selatan hingga pesisir Teluk Bone, anomali iklim ini adalah ujian nyata atas keberlanjutan hidup, ketersediaan air, dan ketahanan pangan.

Rekam data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pola El Nino senantiasa menekan pertumbuhan awan konvektif di atas kawasan Indonesia. Pada siklus El Nino 2023/2024, indeks Oceanic Nino Index (ONI) berada pada tingkat moderat dengan puncak anomali +1,8 derajat celcius.

Namun, ketika berinteraksi dengan fenomena Positive Indian Ocean Dipole (IOD (+)) di Samudra Hindia, dampaknya terasa sangat menyengat. Wilayah Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mencatatkan penurunan curah hujan hingga 39% hingga 57% di bawah rata-rata klimatologis harian.

Penyusutan presipitasi tersebut memicu pergeseran awal musim hujan hingga tiga dasarian atau sekitar satu bulan penuh. Alur tanam yang biasa terjadwal rapi menjadi terdistorsi. Kementerian Pertanian mencatat tak kurang dari 450.000 hektar lahan sawah nasional terpukul kekeringan, dengan 120.000 hektar di antaranya mengalami puso alias gagal panen total.

Dampak beruntunnya terekam dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional tergerus dari 31,10 juta ton pada 2023 menjadi 30,62 juta ton pada 2024, sebuah penyusutan sebesar 480.000 ton atau setara 1,54%

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan