Mendengar Suara Lingkungan dari Grup Kasidah Legendaris, Nasida Ria

oleh -19 kali dilihat
Mendengar Suara Lingkungan dari Grup Kasidah Legendaris, Nasida Ria
Mendengar Suara Lingkungan dari Grup Kasidah Legendaris, Nasida Ria -foto/Viva
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Berawal dari Semarang, Jawa Tengah grup kasidah, Nasida Ria kemudian “menguasai” Indonesia. Grup musik ini terbentuk pada tahun 1975.

Lagu-lagunya mudah diterima kalangan pencinta musik Indonesia, khususnya pencinta lagu kasidah. Bahkan banyak lagunya, semisal Jilbab-Jilbab Putih hingga lagu Perdamaian kerap jadi lagu wajib saat lomba musik kasidah.

Adalah HM Zain, ia merupakan seorang guru qira’at yang mencetuskan ide pembentukannya. Saat itu Zain mengumpulkan sembilan siswinya untuk menjadi band, yakni Umi Kholifah, Mudrikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Musyarofah, Alfiyah, Kudriyah, Nunung, dan Nur Ain.

Sebelum membentuk Nasida Ria, Zain telah berpengalaman dengan kelompok campur Assabab. Grup ini awalnya hanya menggunakan rebana sebagai alat musiknya.

KLIK INI:  Indonesia - UN Environment Perkuat Kerja Nyata Atasi Sampah Laut

Nasida Ria adalah sebuah band kasidah modern pertama Indonesia. Dan merupakan grup band kasidah tertua yang masih eksis hingga kini.

Menariknya semua personel Nasida Ria harus menguasai minimal tiga jenis alat musik dan vokal sehingga dapat saling bergantian ketika pentas.

Daya tarik Nasida Ria bukan hanya pada musiknya, tapi juga pesan yang disampaikan melalui lirik lagunya. Daya tarik itu pula yang membuat Ade Fajrul Falah pada tahun 2019 lalu menjadikan grup kasidah modern ini sebagai bahan garapan untuk tesisnya pada Program Studi Pendidikan Seni Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Seni musik baik teori maupun praktiknya merupakan suatu seni untuk menyatakan atau mengekspresikan perasaan hati manusia.

Melalui irama, melodi, dinamika, dan lirik pada musiknya. Menjadikannya media pengungkapan ekspresi manusia itu sendiri.

Musik, sarana komunikasi

Salah satu fungsi yang penting dari musik menurut Ade Fajrul dalam Merriam (2019), yakni  kesempatan yang ia berikan untuk beragam ekspresi emosional berupa pelepasan tentang pikiran-pikiran dan ide-ide yang tidak dapat diekspresikan, korelasi dari beragamnya emosi dengan musik, peledakan dari kreativitas dan ekspresi kelompok.

Musik juga tidak hanya sebagai seni, tapi sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan gagasan dan pesan kepada manusia yang lain.

Pada lagu-lagu Nasidah Ria, selain musik sebagai seni, musik juga sebagai penyampai pesan melalui liriknya.

KLIK INI:  P3E Suma Gelar Rakor Pembangunan Ekoregion, Ini 6 Poin Pentingnya!

Lagu grup kasidah legendari Indonesia ini kaya akan pesan moral yang patut diberi apresiasi. Salah satu lagunya  bisa menjadi bahan renungan dan cemeti bagi manusia yang suka merusak keindahan alam.

Judul lagu itu adalah Lingkungan Hidup, dirilis pada tahun 1982.  Meski telah lama dirilis, tapi tetap relevan hingga kini. Berikut lirik lagunya:

Lingkungan Hidup

Desamu desaku desa yang indah permai/Desamu desaku desa yang indah permai/Air mengalir jernih udara segar bersih/Hewan terlindung tanam tanaman subur

[koor]

Desamu desaku desa yang indah permai/Desamu desaku desa yang indah permai/Air mengalir jernih udara segar bersih/Hewan terlindung tanam tanaman subur

Reff

Itulah lingkungan hidupmu/Nikmat dan kurnia tuhanmu/Itulah lingkungan hidupmu/Nikmat dan kurnia tuhanmu/Yang harus kau syukuri/Agar tetap lestari/Pencemaran dan pengrusakan hindari

[koor]

Desamu desaku desa yang indah permai/Desamu desaku desa yang indah permai/Air mengalir jernih udara segar bersih/Hewan terlindung tanam tanaman subur/Hutan lebat jangan kau gunduli/Air udara jangan kau cemari/Hutan lebat jangan kau gunduli/Air udara jangan kau cemari/Dan usahakan selalu/Ridho tuhan padamu/Agar bencana alam tak menimpamu

[koor]

Desamu desaku desa yang indah permai/Desamu desaku desa yang indah permai/Air mengalir jernih udara segar bersih/Hewan terlindung tanam tanaman subur/Desamu desaku desa yang indah permai/Desamu desaku desa yang indah permai/Desamu desaku desa yang indah permai.

KLIK INI:  7 Fakta Perihal Air yang Menarik Anda Tahu

Lagu di atas kaya akan pesan lingkungan. Coba simak larik Hutan lebat jangan kau gunduliAir udara jangan kau cemari/Hutan lebat jangan kau gunduli/Air udara jangan kau cemariDan usahakan selalu/Ridho tuhan padamu/Agar bencana alam tak menimpamu.

Pada lirik tersebut, dengan tegas Nasida Ria melarang menggunduli hutan, air dan udara jangan dicemari. Sebab jika itu terjadi maka siap-siapkan menerima timpaan musibah. Dan hal tersebut telah terbukti sekarang ini. Banyak bencana alam menimpa manusia karena ulahnya sendiri merusak alam, termasuk menggunduli hutan.

Kesegaran desa yang indah permai pun banyak digerus dengan alasan pembangunan dan perbaikan ekonomi. Hal ini membuat banyak desa mulai juga kekurangan air bersih dan kehilangan ciri khasnya di mana Hewan terlindung dan tanam tanaman subur.

 Semoga saja melalui lagu Lingkungan Hidup dari grup kasidah modern Nasida Ria, kita bisa merenungi dan memetik pesan pentingnya menjaga lingkungan.

KLIK INI:  Ternyata Sedotan Besi tak Ramah Lingkungan, Lho Kenapa?