Intip Program UPSA di Gorontalo, Melibatkan Warga dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Klikhijau.com - Kegiatan pertanian dan perkebunan yang tidak memperhatikan tindakan konservasi tanah dan air telah banyak menimbulkan masalah seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora...

Intip Program UPSA di Gorontalo, Melibatkan Warga dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kegiatan pertanian dan perkebunan yang tidak memperhatikan tindakan konservasi tanah dan air telah banyak menimbulkan masalah seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora dan fauna, banjir, hingga kekeringan.

Karenanya, diperlukan upaya-upaya rehabilitasi terhadap hutan dan lahan dengan peningkatan peran masyarakat melalui kelompok tani dalam bentuk Usaha Pengelolaan Sumberdaya Alam (UPSA).

UPSA merupakan Usaha Tani Konservasi pada sebidang lahan kering yang dipergunakan sebagai tempat untuk memperagakan teknik-teknik konservasi tanah dan air. Diantaranya dengan pembuatanย  teras dan saluran pembuangan air serta intensifikasi usaha tani yang baik dengan memperhatikan kemampuan dan kesesuaian lahan yang bersangkutan.

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berhasil setidaknya bertumpuh pada dua pilar utama: inovasi penerapan tekhnologi yang sesuai dan inovasi partisipatori dariย  berbagai pihak terkait. Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bolango sangat penting diperhatikan untuk dipulihkan menjadi DAS yang memiliki kinerja baik.

[irp]

Lahan kritis, erosi, sedimentasi, dan besarnya limpasan permukaan masih menunjukkan tingkat yang mengkhawatirkan. Pengelolaan lahan yang tidak bijaksana sering menjadi penyebab meluasnya lahan kritis, terjadi erosi, banjir dan kekeringan.

Program rehabilitasi lahan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melalui Dirjen PDASHL telah programkan peningkatan upaya rehabilitasi hutan dan lahan secara komprehensif untuk mempercepat penanganan kondisi DAS Bolango melalui Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

Program ini meliputi upaya rehabilitasi hutan dan lahan dengan melaksanakan metode konservasi tanah dan air dengan kegiatan sipil teknis, vegetatif, dan agronomi, berupa kegiatan pembuatan teras dan saluran pembuangan air serta penanaman pohon.

Penyelenggaraan program ini dilakukan dengan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan berbasis masyarakat. BPDASHL Bone Bolango sebagai pelaksana program melibatkan masyarakat terutama Kelompok Tani Piloaita dengan melibatkan tenaga pendamping dari dan penyuluh lapangan serta pengawas lain yang ditunjuk.

[irp]

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: