Intip Program UPSA di Gorontalo, Melibatkan Warga dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Klikhijau.com - Kegiatan pertanian dan perkebunan yang tidak memperhatikan tindakan konservasi tanah dan air telah banyak menimbulkan masalah seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora...

Intip Program UPSA di Gorontalo, Melibatkan Warga dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Bacakan Artikel

Program ini diharapkan dapat melindungi tanah dan air dari erosi dan resiko banjir. Melindungi lebih banyak keanekaragaman, danย  menyediakanย  suatuย  sumber yangย  dapatย  membangkitkanย  penghasilan masyarakat baik dari tanaman semusim maupun tanaman hasil hutan bukan kayu (hasil pohon buah-buahan).

Termasuk pemanfaatan jasa lingkungan lainnya sehingga pelestarian dan fungsi lingkungan hidup dari hulu ke hilir tetap dapat terjaga dengan baik. Tentu dengan tetap meningkatkan nilai tambah perekonomian masyarakat, khususnya anggota Kelompok Tani Piloaita.

Juga secara luas bagi masyarakat Gorontalo dapat mendapatkan bibit secara gratis jenis pohon kayu-kayuan dan jenis pohon buah-buahan di Persemaian Permanen untuk ditanam di lahannya masing-masing.

Menanam di hari bahagia

[caption id="attachment_15928" align="alignnone" width="448"]Pasangan pengantin menanam pohon Pasangan pengantin Nur Afni dan suaminya Harto Ibrahim Bonggi yang menikah pada Sabtu 4 Juli 2020 yang juga mencetak sejarah dengan menanam pohon - Foto/Ist[/caption]

Salah satu pembinaan yang paling sering dilakukan oleh M. Bakri Nongko (Kepala Seksi Program DASHL pada BPDASHL Bone Bolango) adalah pentingnya kegiatan aksi nyata menanam pohon serta merawatnya.

[irp]

Inspirasi menanam juga dilakukan pada acara adat dan momen bahagia misalnya pesta pernikahan, acara tujuh bulanan kehamilan, lahiran anak, sunatan anak, hingga acara hari ulang tahun.

Menurut Bakri Nongko, menanam di hari bahagia sangat bermakna karena kelak pohon itu memiliki nilai sejarah, bernilai konservasi, dan bernilai ekonomi sekaligus bernilai kenangan.

Pasangan pengantin Nur Afni dan suaminya Harto Ibrahim Bonggi yang menikah pada Sabtu 4 Juli 2020 yang juga mencetak sejarah dengan menanam pohon.

โ€œHari ini kututup masa lajangku dan kumulai hari bahagiaku dengan menanam dua pohon yang kuberi nama pohon Cinta dan Bahagia yang kelak pohon ini akan memberi manfaat buat keluarga kami, lingkungan hidup dan kehutanan, in shaa Allah berkah,โ€ seru pasangan itu.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: