- Memetik 7 Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari - 14/02/2026
- 3 Alasan Rasional Mengapa Kita Mencintai Alam - 13/02/2026
- Pemilik 24 Ekor Satwa Liar Dilindungi di ManadoResmi Jadi Tersangka - 13/02/2026
Klikhijau.com – Berjalan kaki semakin banyak dikeluhkan sebagai aktivitas berat. Banyak orang, meski jaraknya dekat lebih memilih menggunakan motor atau bahkan mobil.
Tidak heran, bisa saja ke depannya aktivitas berjalan kaki adalah kemewahan atau bahkan kejutan. Padahal berjalan kaki memberi banyak manfaat bagi kesehatan.
Jalan kaki, sebenarnya adalah aktivitas fisik yang sederhana. Dengan melakukannya, secara tidak sadar, kita mencegah penyakit datang bersarang di dalam tubuh. Tidak perlu lama, cukup 30 menit saja berjalan kaki setiap hari
Ada beberapa efek positif dari jalan kaki 30 menit setiap hari untuk tubuh, di antaranya:
-
Menurunkan tekanan darah
Menurut Harahap dkk (2023) program jalan kaki 30 menit merupakan pengobatan alternatif bagi penurunan tekanan darah penderita hipertensi terkontrol.
Hipertensi merupakan keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal.
-
Menurunkan berat badan
Menurut penelitian oleh Thompsonet al. (2022), berjalan kaki dengan intensitas sedang dapat membakar hingga 150 kalori, yang signifikan dalam mendukung penurunan berat badan.
Saat tubuh bergerak, sistem metabolisme bekerja lebih terkoordinasi dan memengaruhi mekanisme penyimpanan lemak dalam tubuh.
Penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan American Heart Association menemukan bahwa orang dengan faktor genetik yang meningkatkan risiko obesitas dapat mengurangi dampak gen tersebut melalui jalan kaki rutin. Pada kelompok yang aktif berjalan kaki, pengaruh gen yang memicu berat badan berlebih berkurang secara signifikan.
Meskipun hanya dilakukan selama 30 menit setiap hari, kebiasaan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pengendalian berat badan selama dijalankan secara konsisten.
-
Membantu menjaga mood
Penelitian dari Stanford University menunjukkan bahwa berjalan di area terbuka seperti taman atau daerah hijau membantu mengurangi pikiran negatif dan gejala kecemasan.
Selain efek dari aktivitas fisik yang merangsang pelepasan hormon endorfin (hormon kebahagiaan), berjalan di luar ruangan juga memberikan akses ke udara segar dan paparan sinar matahari yang cukup.
-
Menurunkan risiko penyakit jantung
Berjalan kaki dapat menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan jantung. Aktivitas berjalan kaki membantu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, menjaga tekanan darah dalam batasan normal, serta mendukung kelenturan dan kesehatan pembuluh darah.
Dengan demikian, risiko terjadinya masalah seperti penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung dapat dikurangi secara signifikan.
-
Meningkatkan daya ingat
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology mengungkapkan bahwa orang lanjut usia yang menjalankan kebiasaan berjalan kaki secara rutin memiliki kondisi otak yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang kurang aktif. Data menunjukkan bahwa mereka yang berjalan kaki secara teratur setiap minggu memiliki volume “materi abu-abu” otak yang lebih banyak.
Materi abu-abu berperan penting dalam berbagai proses kognitif, termasuk berpikir, mengingat informasi, dan mengolah data. Semakin baik kondisi dan jumlah materi abu-abu yang terjaga, maka fungsi otak seseorang akan semakin optimal.
Melakukan jalan kaki selama 30 menit setiap hari terbukti efektif dalam menjaga ketajaman pikiran seiring bertambahnya usia. Selain itu, aktivitas ini juga mampu menekan laju penurunan fungsi otak dan mengurangi risiko gangguan kognitif.
-
Dapat menurunkan indeks massa tubuh (BMI)
Indeks Massa Tubuh (BMI) adalah ukuran standar untuk menilai apakah berat badan seseorang berada pada kategori sehat atau berlebih. Sebuah studi menunjukkan bahwa peserta dengan berat badan berlebih yang rutin berjalan kaki selama beberapa bulan mengalami penurunan nilai BMI yang signifikan.
Selain penurunan BMI, juga terjadi pengurangan lemak tubuh secara keseluruhan, terutama lemak di area perut yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit metabolik. Selain itu, jalan kaki membantu mengaktifkan otot kaki dan pinggul yang sering kurang bergerak akibat kebiasaan duduk dalam waktu lama.
-
Baik bagi kesehatan mental
Manfaat jalan kaki tidak hanya dirasakan pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan dampak positif pada kondisi mental.
Penelitian oleh Brand et al. (2021) yang meneliti perilaku mahasiswa menunjukkan bahwa aktivitas fisik meningkatkan kualitas tidur, yang pada gilirannya meningkatkan suasana hati mahasiswa.
Selain itu, studioleh Gao et al. (2020)menemukan bahwa aktivitas fisik ringan dapat mengurangi gejala depresi hingga 30% pada mahasiswa yang melaporkan tingkat stres tinggi.
Karena itu, dari perspektif kesehatan mental, berjalan kaki memiliki dampak positif yang signifikan.








