Intip Program UPSA di Gorontalo, Melibatkan Warga dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Klikhijau.com - Kegiatan pertanian dan perkebunan yang tidak memperhatikan tindakan konservasi tanah dan air telah banyak menimbulkan masalah seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora...

Intip Program UPSA di Gorontalo, Melibatkan Warga dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Bacakan Artikel

Lokasi UPSA berada di Dusun Piloaita Desa Dulamayo Utara Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo. Lokasi ini dapat ditempuh dari pusat kota Limboto ke Piloaita sekitar 30 menit dengan kondisi jalanan beraspal, namun di ujung jalan harus berjalan kaki sekitar 300 meter untuk sampai ke lokasi.

Awalnya lokasi Piloaita memiliki lahan pertanian pasca panen, lahan tidur sebagai contoh: pertanian lahan kering, lahan kosong seluasย  25 Ha dengan jenis komoditi yang ditanam oleh masyarakat petani antara lain : Kemiri, Mahoni, Gamal, Cengkih, dan Jagung.

Piloaita memiliki Curah Hujan rata-rata per tahun 970,45 mm dengan Suhu Udara 31หšC dengan ketinggian tempat 688 meter dpl, dengan topografi bergelombang dengan pemandangan alam yang indah nan mempesona.

Masyarakat sekitar lokasi adalah masyarakat agraris yang bersifat dinamis dan sebagian besar telah lama mendiami lokasi. Sehingga telah cukup akrab dengan hal bercocok tanam serta memiliki kesadaran yang cukup tinggi pentingnya reboisasi yang akan berdampak baik kini dan masa datang.

[irp]

BPDASHL Bone Bolango menyiapkan bibit

BPDASHL Bone Bolango melalui program ini menyediakan berbagai jenis bibit, yaitu; jenis pohon kayu-kayuan (Mahoni) dan jenis pohon buah-buahan (MPTS), yaitu: Rambutan, Durian, Pala, Cengkih dan Kayu Manis. Juga tanaman tumpang sari yaitu: Kopi, Bawang Merah, Jahe Merah, Jahe, Kunyit, Sereh Wangi, dan Jagung.

Jumlah bibit pohon yang diperlukan adalah 400 batang pohon per hektar, dengan cara pembukaan lahan menggunakan alat-alat sederhana (manual) yang dikerjakan bersama anggota kelompok.

Teknis kegiatan penanaman dan pemeliharaan dilakukan secara garis besar meliputi teknis konservasi tanah dan air yang tepat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat erosi dan menjaga lingkungan tanah dan air meliputi kegiatan pembuatan teras dan pembuatan saluran pembuangan untuk menampung sisa air permukaan yang tidak meresap ke dalam tanah.

Kepala BPDASHL Bone Bolango Provinsi Gorontalo, M. Tahir P, mengatakan melalui program dan kegiatan UPSA Piloaita dengan pengelolaanย  yangย  terintegrasi ini diharapkanย  mampuย  menyediakanย  satuย  alternatifย  untukย  pola pemanfaatanย  lahanย  yangย  sekaligusย  berfungsiย  untuk konservasi.

[irp]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: