Identitas Hijau Kaum Muda Nadhliyyin

Klikhijau.com - Konflik agraria mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, di tahun 2017 ada 659 konflik agraria dengan luasan mencapai 520.491, 87 hektar. Jumlah konflik ini meningkat 50 % dari tahun...

Identitas Hijau Kaum Muda Nadhliyyin
Bacakan Artikel

Resolusi Jihad, jalan politik kaum muda agar ketimpangan agraria segera diatasi, penguasaan lahan hendaklah berdasarkan tata kelola, tata milik dan tata guna masyarakat yang dikokohkan oleh kaum muda Nadhliyin (Mubarok, 2015).

[irp]

Pengokohan kedaulatan ini diwujudkan dalam gerakan advokasi sosial anak muda NU yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Kaum muda NU mengorganisir komunitas dan warga muslim yang mengalami konflik sumber daya alam.

Di Urut Sewu Kebumen, FNKSDA bergerak bersama warga melakukan penyadaran dan mengorganisir pemuda untuk peduli atas persoalan urut sewu dimana tanah yang dirampas oleh TNI AD yang mengklaim itu tanah TNI akan ditambang pasir besi di sana.

Anak muda NU memainkan peran dengan memberikan pengajian Fiqih sumber daya alam dengan menghadirkan KH. Imam Aziz untuk memperkuat keberanian warga agar memperjuangkan haknya sehingga warga NU yang menjadi korban dari pemiskinan ini memiliki sikap satu suara secara utuh. Persoalan di urut Sewu ini dibawak oleh kaum muda NU ke dalam Munas NU (Mubarok, 2015).

Advokasi politik NU yang sangat militan juga dilakukan di kasus Kendeng. Dimana banyak kaum muda NU mengorganisir anak anak muda dari berbagai organisasi sosial untuk mendukung perjuangan para kartini Kendeng dalam melawan pabrik semen.

Pengorganisiran kaum muda Nadhliyin telah berhasil membuat banyak gerakan sosial terlibat dalam kerja kerja lapangan. Ini suatu sikap politik inklusif kaum Muda NU dalam menghadapi korporasi.

Gerakan advokasi ini tidak hanya di dua tempat ini, hampir semua daerah yang ada konflik sumber daya alam di Indonesia.

Maka di situ ada gerakan ekologi FNKSDA yang turut membela warga termasuk dalam pembuatan film sexy killer, santri-santri NU mengambil peran dalam mendokumentasikan sekaligus melakukan wawancara bersama masyarakat yang merasakan dampak pembangunan.

Studi tentang FNKSDA ini, membutuhkan research serius dan lanjutan sebagaimana perjuangannya yang menyebar di berbagai pelosok Indonesia.

Hal yang yang tidak boleh diabaikan bahwa kebangkitan wacana lingkungan di dalam tubuh NU termasuk keputusan mengharamkan penggunaan sampah plastik sekali pakai tidak terlepas dari pengaruh radiasi gerakan kaum muda NU yang telah mewacanakan isu ekologi ke dalam tubuh organisasi dengan kinerja intelektual dan praksis.

Radiasi ini tentu menyebar ke dalam PB NU, anak anak muda ini telah mengisi wacana progressif kembali ke dalam dakwah struktural NU (Dwi Cipta, wawancara, 18 April 2019).

[irp]

Pilih Halaman: