Identitas Hijau Kaum Muda Nadhliyyin

Klikhijau.com - Konflik agraria mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, di tahun 2017 ada 659 konflik agraria dengan luasan mencapai 520.491, 87 hektar. Jumlah konflik ini meningkat 50 % dari tahun...

Identitas Hijau Kaum Muda Nadhliyyin
Bacakan Artikel

Bahkan, dalam kasus Pembangunan Pabrik Semen di Kendeng, kaum muda NU mengirim utusannya ke PB NU untuk meminta NU melakukan negosiasi dengan pimpinan negara akan implikasi dari pembangunan pabrik semen di Rembang.

Usaha dan perjuangan yang dilakukan FNKSDA melalui jalur kultural advokatif sekaligus jalur struktural NU menunjukkan gerakan kaum muda ini memiliki pengaruh yang kuat di level elit hingga jamaah Nadhliyin.

Walhasil, gerakan ini secara tidak langsung atau langsung sedang melakukan radikalisasi agenda-agenda ekologis ke dalam tubuh NU struktural dan kultural untuk melakukan transformasi sosio-ekologis.

Widayati dan Suparjan (2019) mengatakan gerakan FNKSDA berperan besar dalam mainstreaming persoalan sumber daya alam di dalam tubuh NU. Dimana anak muda ini mewakili wajah NU yang progressif dan telah memperkuat identitas Jamaah Nadhliyyin yang selama ini begitu rapuh.

Banyaknya warga NU yang menjadi korban perampasan tanah dan konflik sumber daya alam dengan korporasi, membuat identitas Nadhliyyin rapuh. Kaum muda NU menyadari akan hal ini, makanya mereka membangun gerakan yang membela Jamaah Nadhliyyin dan warga negara secara umum.

Perjuangan kaum muda NU ini dilakukan pada dua basis utama NU yakni, anak muda NU dan Jamaah NU. Dua komponen inilah yang diradikalisasi dan dibangun pemikiran kritis untuk memperbanyak agen-agenda yang berjuang demi identitas massa. Artinya, perjuangan yang melampaui identitas ke NU-an (Widayati dan Suparjan, 2019).

Gerakan ini membangun anak muda yang kritis dan mempunyai kesadaran ekonomi politik secara praksis yang bisa membuat mereka semakin peka atas kondisi sosial politik yang ada disekitarnya.

Pesantren agraria, kelas ekologi politis dan pendidikan lingkungan adalah cara FNKSDA membangun kaum muda progressif baik di internal maupun dieksternal NU.

[irp]

Resolusi Jihad Jilid II: Perjuangan Menegakkan Kedaulatan Ekologis

Gerakan ekologi melampaui identitas konvensional yang dipahami oleh banyak ilmuwan politik. Gerakan ini membangun formasi identitas baru di kalangan anak muda muslim.

Kaum muda Nadhliyyin (FNKSDA) dari awal berdirinya memanggil semua kalangan bangsa untuk bersatu dalam melakukan jihad melawan aktor korporasi ataupun negara yang merampas dan menghancurkan sumber daya alam masyarakat yang menjadi tumpuan hidupnya.

Seruan Jihad melawan kapitalisme ekstraktif ini dilakukan kepada tiga aktor yakni, negara, PBNU, warga Nadhliyyin dan warga negara Indonesia (Widayati dan Suparjan, 2019).

Seruan ini bentuk ajakan kaum muda Nadhliyyin agar masyarakat memiliki solidaritas yang kuat dalam melawan bentuk penjajahan baru khususnya di sektor sumber daya alam.

Faktanya, problematika pengelolaan sumber daya alam kita belum mewujudkan asas keadilan dan kesejahteraan bagi warga negara.

Kaum muda ingin agar perjuangan ini adalah perjuangan semua elemen. Panggilan Jihad Jilid II ini upaya kaum muda menafsirkan ulang arah, visi dan gerakan kaum muda muslim ke depan. Sehingga adanya solidaritas yang utuh yang mampu membuat kekuatan kolektif menggempur kapitalisme ekstraktif dari berbagai sisi.

Penafsiran kembali Jihad oleh kaum muda, sebuah bentuk keberanian anak muda yang tidak terkungkung di dalam organisasi NU yang besar.
Jihad ini adalah politik perlawanan kaum muda kepada korporasi yang merampas dan menderitakan rakyat.

Ubaidillah mengatakan โ€œkapitalisme ekstraktif asing dan lokal yang datang ke Indonesia banyak menjalankan penguasaan dan perampasan sumber daya alam. Sehingga terjadi banyak kejahatan dan kekejaman yang mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum di masyarakat. Pemerintah pun, belum memiliki ketegasan dan tindakan yang nyata menghadapi sistem tersebut. Padahal, sudah ada aturan dan ditegaskan dalam konstitusi dan para pejuang (utamanya para ulama Nahdliyin) dulu telah menyerukan 'jihad fi sabilillah' saat melawan penjajah pada 1945. Saat ini, kami menyerukan jihad juga untuk melawan kapitalisme ekstraktif," (www.nu.or.id).

Abdul Kodir (2017) mengatakan Jihad kaum muda NU, jihad melawan kapitalisme yang menguasai ekonomi politik Indonesia. Ini telah mengancam kedaulatan bangsa. Kedaulatan ini bukan dalam bentuk yang abstrak tetapi nyata dirasakan oleh warga negara yang tanahnya dirampas. Mereka kehilangan akses akan kehidupan yang layak dan ekploitasi sumber daya alam membuat mereka berada dalam garis kemiskinan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: