Ekosistem Mangrove, Ciri, Fungsi, serta Organisme yang Mendiaminya

Klikhijau.com โ€“ Indonesia merupakan negara dengan wilayah pesisir sangat luas tempat yang potensial bagi ekosistem mangrove berkembang. Menurut data, dari 15.900 juta hektare hutan mangrove di dunia,...

Ekosistem Mangrove, Ciri, Fungsi, serta Organisme yang Mendiaminya
Bacakan Artikel

Ciri utama hutan atau ekosistem mangrove yang tidak dimiliki ekosistem lainnya antara lain: abrasi tanah yang jarang terjadi, salinitas tanah yang tinggi, tidak banyak tumbuhan yang bisa bertumbuh, mengalami daur penggenangan akibat pasang surut air laut dan adanya tumbuhan spesial yang tumbuh dengan kemampuan evolusi dan adaptasi tinggi.

Fungsi hutan mangrove

Hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting setidaknya untuk dua hal: fungsi ekologi dan fungsi ekonomi.

Secara ekologis, hutan mangrove dapat berfungsi sebagai stabilitas atau keseimbangan ekosistem, sumber unsur hara, sebagai daerah asuhan (nursery ground), daerah mencari makan (feeding ground), dan daerah pemijahan (spawning ground).

Secara ekonomi, ekosistem mangrove dapat dijadikan sebagai area budidaya, penangkapan, objek wisata, dan sumber kayu bagi masyarakat. Selain itu, hutan mangrove juga merupakan satu hutan alamiah unik yang dapat menghasilkan bahan dasar untuk keperluan rumah tangga dan industri seperti kayu bakar, arang, kertas, dan rayon yang secara ekonomi memiliki nilai komersial tinggi.

Menurut Kusmana (2003), fungsi hutan mangrove dapat dibagi menjadi tiga, antara lain:


  • Fungsi fisik yang dapat melindungi lingkungan dan pengaruh oseanografi (pasang surut, arus, angin topan dan gelombang), mengendalikan abrasi dan mencegah intrusi air laut ke darat.

  • Fungsi biologi yakni berkaitan dengan perikanan tempat berkembangbiaknya ragam jenis ikan, udang dan merupakan penyuplai unsur hara utama di pantai.

  • Fungsi ekonomi sebagai sumber kayu kelas satu, bubur kayu, bahan kertas, chips dan arang.


Ekosistem mangrove merupakan ekosistem peralihan antara daratan dan lautan yang menjadi mata rantai yang sangat penting dalam pemeliharaan keseimbangan siklus biologi di suatu perairan. Serta sebagai tempat berlindung dan memijah berbagai jenis udang,ikan, berbagai biota laut dan juga habitat satwa seperti burung, primata, reptilia dan lainnya.

Fungsi hutan mangrove lainnya menurut Soejarwo (1978) dikatakan bahwa mangrove dapat berfungsi sebagai pendaur ulang hara tanah yang dibutuhkan tanaman. Sebuah penelitian yang dilakukan Lugo dan Suhendar (1974) melaporkan bahwa satu hektare lahan mangrove dapat menghasilkan serasah 7,1 โ€“ 8,8 ton per tahun. Produksi serasah ini dapat meningkatkan produktivitas perairan dan produksi perikanan.

Lihat pulaย Fungsi Mangrove Untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Pesisir.

[irp]

Organisme yang mendiami atau berasosiasi dengan hutan mangrove

Hutan mangrove merupakan habitat bagi berbagai fauna, baik fauna darat maupun fauna yang berasosiasi dengannya. Fauna tersebut menjadikan hutan bakau sebagai tempat bermain, mencari makan bahkan tempat berkembang biak.

Secara garis besar, fauna mangrove dapat dibedakan atas fauna darat (terestrial), fauna air tawar, dan fauna laut. Fauna darat adalah kera ekor panjang (Macaca sp.), biawak (Varanus salvator), dan berbagai jenis burung.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: