Fungsi Mangrove Untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Pesisir

Publish by -134 kali dilihat
Penulis: Redaksi

Klikhijau.com – Ekosistem mangrove mempunyai fungsi yang kompleks diantaranya dapat menjadi penopang kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir.

Sebagai negara tropis, mangrove memiliki fungsi strategis untuk mendukung pelestarian ekoswistem di laut dan pantai. Mangrove yang baik akan berdampak pada perbaikan terumbu karang dan ekowisata berbasis pantai.

Luas hutan mangrove di Indonesia adalah yang terluas di dunia dengan luasan mencapai 3.112.989 Ha dengan persentase 22,6% dari total luasan Mangrove di seluruh dunia (Giri et al., 2011)

Kepala Seksi Program dan Evaluasi Litbang LHK Makassar, Heru Setiawan S.Hut, M.Sc menuturkan, di kawasan hutan mangrove Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan sebagian besar merupakan mangrove yang tumbuh dari hasil rehabilitasi.

KLIK INI:  Hikayat Tentang Pohon yang Dipaku sebagai Bak Sampah

Sedangkan sisanya merupakan mangrove yang tumbuh secara alami. Mangrove di kawasan ini mempunyai peranan yang sangat penting dari segi ekonomi

“Komposisi jenis ikan di perairan mangrove Desa Nisombalia terdiri atas 15 jenis yang digolongkan dalam 13 suku. Keanekaragaman jenis ikan di perairan mangrove tersebut terdapat sebesar 1,804 yang termasuk dalam kategori sedang. Terdiri atas 6 jenis yang digolongkan dalam 3 suku, yaitu Penaeidae, Palaemonidae dan Sergestidae,” jelas Heru kepada Klikhijau, Sabtu 29 Februari 2020.

Heru juga menambahkan, keanekaragaman jenis udang di perairan mangrove Desa Nisombalia adalah 1,139 yang termasuk dalam kategori sedang.

Komposisi jenis kepiting di perairan mangrove Desa Nisombalia terdiri atas 11 jenis yang digolongkan dalam 4 suku, yaitu Ocypodidae, Portunidae, Sesarmidae dan Grapsidae.

KLIK INI:  Wulan Saputri, Perempuan dan Sebuah Pesan dari Gunung

Serta keanekaragaman jenis kepiting di perairan mangrove Desa Nisombalia adalah 2,349 yang termasuk dalam kategori sedang.

Fungsi mangrove secara ekonomi

“Kontribusi hutan mangrove terhadap pendapatan masyarakat mencapai 62%. Sebagian masyarakat nelayan merupakan nelayan tradisonal dengan peralatan tangkap sederhana.

Sebagian besar hanya menggunakan pancing tradisional dan jala dengan perahu kecil sehingga pendapatannya yang diperoleh kurang maksimal,” terangnya.

“Upaya konservasi ekosistem mangrove perlu dilakukan agar kontribusinya terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat semakin meningkat,” tutup Heru.

KLIK INI:  Goa Hawang dan Lelaki yang Mematung Memegang Tombak di Maluku
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!