Ekosistem Mangrove, Ciri, Fungsi, serta Organisme yang Mendiaminya

Klikhijau.com โ€“ Indonesia merupakan negara dengan wilayah pesisir sangat luas tempat yang potensial bagi ekosistem mangrove berkembang. Menurut data, dari 15.900 juta hektare hutan mangrove di dunia,...

Ekosistem Mangrove, Ciri, Fungsi, serta Organisme yang Mendiaminya
Bacakan Artikel

Sedangkan fauna laut didominasi oleh Mollusca dan Crustaceae. Golongan Mollusca umumnya didominasi oleh Gastropoda, sedangkan golongan Crustaceae didominasi oleh Bracyura.

Ekosistem mangrove menyediakan lima tipe habitat yang kondusif bagi fauna antara lain:


  • Tajuk pohon dihuni oleh berbagai jenis burung, mamalia dan serangga;

  • Lubang pada cabang dan genangan air pada cagak antara batang dan cabang yang merupakan habitat serangga;

  • Permukaan tanah menjadi habitat keong/kerang dan ikan glodok;

  • Lubang permanen dan semipermanen di dalam tanah sebagai habitat kepiting dan katak;

  • Saluran-saluran air sebagai habitat buaya dan ikan/udang.


[irp]
Penyebab kerusakan hutan mangrove

Hutan mangrove merupakan kawasan dengan intensitas interaksi cukup tinggi dengan manusia. Hal ini menjadi faktor utama, meningkatnya laju kerusakan hutan mangrove dari waktu ke waktu.

Menurut Kusmana (2003) ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem bakau antara lain: (1) pencemaran; (2) konversi hutan mangrove yang kurang memperhatikan faktor lingkungan; (3) penebangan yang berlebihan.

Pencemaran umumnya disebabkan oleh adanya tumpahan minyak atau logam berat. Sedangkan konversi lahan biasanya digunakan untuk tujuan budidaya perikanan (tambak), pertanian (sawah, perkebunan), jalan raya, industri, pemukiman dan lainnya.

Selain faktor fisik, kerusakan hutan mangroveย  juga disebabkan oleh faktor sosial ekonomi masyarakat setempat. Parameter sosial ekonomi yang sering digunakan untuk menganalisa kerusakan mangrove adalah jumlah penduduk, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan persepsi masyarakat terhadap hutan mangrove.

[irp]

Upaya melestarikan hutan mangrove

Mengingat pentingnya keberadaan hutan mangrove dan ancaman degradasi yang menghinggapinya, maka perlu dilakukan suatu upaya pelestarian. Beberapa cara untuk melestarikan kembali hutan mangrove yang telah rusak antara lain adalah sebagai berikut:


  1. Penanaman kembali



Penanaman kembali kawasan mangrove perlu dilakukan, baik di wilayah yang mengalami degradasi parah, maupu di kawasan baru untuk penanaman baru. Dewasa ini penanam mangrove banyak dipelopori oleh komunitas dan aktivis lingkungan dengan melibatkan swasta dan masyarakat. Hal ini penting agar terbangun kesadaran bersama tentang tentingnya melestarikan mangrove dalam kehidupan.


  1. Pengaturan kembali tata ruang wilayah pesisir



Selain penanaman kembali, upaya pelestarian hutan mangrove juga dapat dilakukan dengan mengatur ulang wilayah pesisir, seperti pemukiman, vegetasi, dan lain sebagainya. Kawasan hutan bakau dapat dijadikan basis ekowisata yang menjanjikan dan mendukung kelestariannya.


  1. Peningkatan kesadaran masyarakat



Kampanye dan edukasi mengenai manfaat mangrove sangat penting agar masyarakat dapat terlibat dalam menjaga dan melestarikan ekosisten mangrove. Edukasi dapat dilakukan oleh kelompok atau komunitas pesisir secara berkesinambungan.


  1. Pendekatan kelembagaan masyarakat



Pendekatan kelembagaan masyarakat dapat dijadikan satu solusi dalam pelestarian mangrove. Keberadaan lembaga swadaya masyarakat sangat diperlukan dalam pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu. Selanjutnya, pengelolaannya diserahkan pada kelembagaan yang dibentuk dengan melibatkan seluruh stakeholder, sehingga kerusakan mangrove dapat dicegah.

Ayo sama-sama menjaga kawasan dan ekosistem mangrove di sekitar kita!

Referensi:

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: