Cerita Seorang Petambak, Menanam Caladium di Pinggir Empang, dapat Godaan Selangit!

Klikhijau.com – Menanam Caladium atau tanaman hias keladi di dalam pot, itu biasa dan memang jadi dambaan. Bagaimana bila tanaman hias keladi putih yang eksotik justru ditanam di alam bebas sehingga t...

Cerita Seorang Petambak, Menanam Caladium di Pinggir Empang, dapat Godaan Selangit!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Menanam Caladium atau tanaman hias keladi di dalam pot, itu biasa dan memang jadi dambaan. Bagaimana bila tanaman hias keladi putih yang eksotik justru ditanam di alam bebas sehingga tampak seolah-olah tumbuh liar?

Wah, siapa pun yang melihatnya pasti berdeguk kencang jantungnya dan seolah menemukan mutiara pada tumpukan pasir. Begitulah ekspresi kawan saya, Mas Eko Budiarto (42) saat kami mengunjungi sebuah empang di Dusun Sapta Marga, Desa Panyangkalang Kabupaten Gowa, belum lama ini.

Pada area empang ikan nila seluas 1 hektare milik warga bernama Tajuddin Naro tersebut diam-diam menyimpan sesuatu yang istimewa, Caladium. Yah, pekerja tambaknya bernama Daeng Suang (47) menanam Caladium di pinggir empang secara diam-diam bahkan tanpa sepengetahuan si empunya empang.

Keladi putih tersebut diakui Daeng Suang ditemukan tumbuh liar tak jauh dari lokasi empang, lalu dipindahkan ke tepi empang. Setelah beberapa bulan, keladi putih itu tumbuh rimbun dengan dedaun subur dan mengkilat alami.

Awalnya, kami mengira Caladium itu benar-benar tumbuh liar. Mas Eko Budiarto yang pertama kali melihatnya dan betapa ia sumbringah. Mas Eko berbisik pada saya dan kawan lainnya kalau di ujung empang ada keladi putih.

Pertanyaan pertama yang menghantui kami adalah apakah benar keladi putih ini tumbuh liar? “Boleh jadi iya, tanaman itu tumbuh liar,” begitu persepsi awal kami. Sebuah ekspresi pengharapan dan luapan kegembiraan, akan membawa pulang Caladium putih ke Makassar.

Sembari terus duduk berbincang di sebuah bale-bale di tengah empang, mata kami hanya tertuju pada tanaman itu. Sungguh menggiurkan memang, dari jauh sudah terlihat sangat menonjol di antara tumbuhan lainnya.

Di saat bersamaan kami sudah ambil ancang-ancang mendekat ke arah tanaman itu dan tentu mengambilnya. Hujan turun cukup deras tiba-tiba dan kami menunda keinginan itu. Di atas bale-bale, sang pekerja tambak duduk istirahat.

Kami pun berbincang banyak hal, hingga akhirnya rasa penasaran yang membuncah kami tanyakan. “Siapa yang menanam tanaman Caladium di sana itu Daeng?” Kata saya, sembari menunjuk ke kejauhan, di mana Caladium itu berada.

Daeng Suang langsung tersipu dan berkata dengan tegas, “Saya Pak!” Rasa penasaran terjawab sudah. “Saya kira tumbuh liar, sudah siap-siap mau kami ambil Pak!” celoteh Mas Eko tertawa.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2