Perbankan di ASEAN mulai Respek pada Lingkungan dan Tata Kelola Keuangan Berkelanjutan

Klikhijau.com – Perbankan di negara-negara ASEAN mulai menunjukkan tren positif dalam kinerja tata kelola keuangan berkelanjutan. Hal ini dilaporkan WWF Indonesia yang meluncurkan Laporan Sustainable...

Perbankan di ASEAN mulai Respek pada Lingkungan dan Tata Kelola Keuangan Berkelanjutan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Perbankan di negara-negara ASEAN mulai menunjukkan tren positif dalam kinerja tata kelola keuangan berkelanjutan. Hal ini dilaporkan WWF Indonesia yang meluncurkan Laporan Sustainable Banking Assessment (SUSBA) edisi ke-4 di Singapura pada Selasa, 21 September 2020.

Laporan ini berisi penilaian integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) pada 38 bank di ASEAN. Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini ada tambahan cakupan yakni masing-masing 5 bank dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Penilaian ini juga menunjukkan bahwa rata-rata perbankan mengalami kemajuan dalam pertimbangan dimensi lingkungan dan sosial dalam skema pembiayaan mereka.

Walau begitu, ada sejumlah catatan penting yang masih perlu dibenahi dalam upaya mengatasi risiko dari timbulnya perubahan iklim dan kerugian dari degradasi lingkungan.

Skema penilaian

Penilaian SUSBA ini mencakup enam pilar integrasi LST (Tujuan, Kebijakan, Proses, Orang, Produk, dan Portofolio). Juga fitur baru berupa analisa sektoral dan isu terkait secara lebih mendalam mengenai kebijakan pembiayaan sektoral.

SUSBA memberi analisa menarik, tahun ini ada 75 % perbankan di ASEAN mengalami perkembangan positf. Hampir 30% bank mengalami peningkatan setidaknya 10% dari penilaian SUSBA di tahun 2019.

Bank yang memenuhi separuh dari total 70 kriteria SUSBA mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat dari 4 menjadi 8 bank.

Namun demikian, meskipun terdapat penggandaan bank di ASEAN yang memenuhi setidaknya setengah dari 70 kriteria, jumlah 8 bank masih merupakan proporsi yang kecil.

Lain dari itu, 45% bank memenuhi kurang dari seperempat kriteria, dibandingkan dengan 51% tahun lalu. Sementara bank-bank Korsel memiliki skor yang serupa dengan rata-rata ASEAN, bank-bank Jepang memiliki kinerja di atas rata-rata ini.

Rizkiasari Yudawinata, penanggung jawab untuk program keuangan berkelanjutan Yayasan WWF Indonesia, menyampaikan bahwa sejak 2019 penerapan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 51 tentang Keuangan Berkelanjutan yang berlaku bagi bank kategori BUKU 3 dan 4 telah mendorong peningkatan pengungkapan integrasi LST secara lebih merata di sektor perbankan Indonesia, sehingga berhasil menempati posisi ke-2 di lingkup ASEAN.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2