Di Sela Uji Kompentensi Insinyur, BKS PII Sarankan Kajian Lanjutan Bencana Alam Palu

Klikhijau.com - Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar uji kompetensi insinyur profesional yang diselenggarakan selama dua hari di kampus Fakultas Teknik Univers...

Di Sela Uji Kompentensi Insinyur, BKS PII Sarankan Kajian Lanjutan Bencana Alam Palu
Bacakan Artikel

Banyak infrastruktur publik yang mengalami kerusakan akibat terjangan tsunami ini antara lain adalah jembatan Kuning yang terkenal ikonik itu, infrastruktur jalan dan beberapa infrastruktur dan fasilitas publik lainnya. Kelihatan gedung dan rumah-rumah hancur porak poranda di pesisir pantai Talise.

Sedangkan penyebab terjadinya likuifaksi karena adanya lapisan pasir dangkal setebal beberapa meter dan muka air tanah juga yang sangat dangkal dari permukaan tanah.

Oleh gempa tadi menyebabkan lateral spreading di beberapa titik di sisi hulu yang kemudian menyebabkan pergerakan massive lapisan pasir tadi ke arah hilir.

Akibat dari pergeseran massa tanah ini menenggelamkan banyak masyarakat termasuk rumah rumah yang mereka tempati. Hingga saat ini masih ada ratusan korban yang hilang tertelan bumi oleh bencana likuifaksi ini.

[irp posts="355" name="Tanggap Bencana, Warga Lingkungan Lipu Majene Simulasi Gempa dan Tsunami"]

Pengurus BKS PII menyampaikan saran-saran teknis ke Fakultas Teknik Untad untuk melakukan kajian lanjutan terkait gempa bumi. Fenomena likuifaksi dan tsunami ini termasuk rekomendasi mitigasi bencana yang diserahkan kepada pihak pemerintah untuk ditindaklanjuti.

Belajar dari bencana tsunami yang terjadi di Jepang tahun 2011 lalu, pemerintah Jepang membangun semacam tembok besar sepanjang pantai. Merelokasi pemukiman penduduk dari dataran rendah ke area yang lebih tinggi termasuk menaikkan elevasi permukaan tanah. Dengan melakukan penimbunan besar-besaran sehingga di masa depan ketika musibah serupa terjadi lagi masyarakat Jepang akan lebih aman dan lebih siap lagi.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: