Di Sela Uji Kompentensi Insinyur, BKS PII Sarankan Kajian Lanjutan Bencana Alam Palu

Klikhijau.com - Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar uji kompetensi insinyur profesional yang diselenggarakan selama dua hari di kampus Fakultas Teknik Univers...

Di Sela Uji Kompentensi Insinyur, BKS PII Sarankan Kajian Lanjutan Bencana Alam Palu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Menurut tim ahli geoteknik FT Tadulako, tsunami yang terjadi dikategorikan sebagai tsunami lokal yang dimulai dengan pusat gempa lebih dari 7 SR tidak jauh dari Teluk Palu. Ini menyebabkan terjadinya beberapa land slides di beberapa titik dengan arah longsoran yang berbeda di area teluk Palu ini yang kemudian mentrigger terjadinya tsunami.

Banyak infrastruktur publik yang mengalami kerusakan akibat terjangan tsunami ini antara lain adalah jembatan Kuning yang terkenal ikonik itu, infrastruktur jalan dan beberapa infrastruktur dan fasilitas publik lainnya. Kelihatan gedung dan rumah-rumah hancur porak poranda di pesisir pantai Talise.

Sedangkan penyebab terjadinya likuifaksi karena adanya lapisan pasir dangkal setebal beberapa meter dan muka air tanah juga yang sangat dangkal dari permukaan tanah.

Oleh gempa tadi menyebabkan lateral spreading di beberapa titik di sisi hulu yang kemudian menyebabkan pergerakan massive lapisan pasir tadi ke arah hilir.

Akibat dari pergeseran massa tanah ini menenggelamkan banyak masyarakat termasuk rumah rumah yang mereka tempati. Hingga saat ini masih ada ratusan korban yang hilang tertelan bumi oleh bencana likuifaksi ini.

Pengurus BKS PII menyampaikan saran-saran teknis ke Fakultas Teknik Untad untuk melakukan kajian lanjutan terkait gempa bumi. Fenomena likuifaksi dan tsunami ini termasuk rekomendasi mitigasi bencana yang diserahkan kepada pihak pemerintah untuk ditindaklanjuti.

Belajar dari bencana tsunami yang terjadi di Jepang tahun 2011 lalu, pemerintah Jepang membangun semacam tembok besar sepanjang pantai. Merelokasi pemukiman penduduk dari dataran rendah ke area yang lebih tinggi termasuk menaikkan elevasi permukaan tanah. Dengan melakukan penimbunan besar-besaran sehingga di masa depan ketika musibah serupa terjadi lagi masyarakat Jepang akan lebih aman dan lebih siap lagi.

Kegiatan dua hari uji kompetensi dan kunjungan teknis ke lokasi bencana di Palu ini adalah hasil kerjasama antara Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Program Studi PPI Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia dan Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2