Di Sela Uji Kompentensi Insinyur, BKS PII Sarankan Kajian Lanjutan Bencana Alam Palu

Klikhijau.com - Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar uji kompetensi insinyur profesional yang diselenggarakan selama dua hari di kampus Fakultas Teknik Univers...

Di Sela Uji Kompentensi Insinyur, BKS PII Sarankan Kajian Lanjutan Bencana Alam Palu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar uji kompetensi insinyur profesional yang diselenggarakan selama dua hari di kampus Fakultas Teknik Universitas Tadulako Palu.

Tim majelis penilai yang terdiri dari Ir. Wahyu Hendrastomo, Ir. Andi Taufan Marimba dan Ir. Habibie Razak ditugaskan BKS PII untuk menilai 19 kandidat Insinyur Profesional Madya (IPM) yang berdomisili di kota Palu dan sekitarnya.

Acara dimoderasi oleh Dr. Ir. Andi Arham, staff pengajar FT Tadulako dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Andi Rusdin.

Ir. Andi Rusdin yang pada sambutannya menyampaikan bahwa adanya program sertifikasi insinyur profesional di Palu diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para insinyur.

“Saya berharap sidang majelis penilai uji kompetensi insinyur profesional berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita. Terima kasih kepada BKS PII yang meluangkan waktunya jauh-jauh datang dari Jakarta. Meluangkan waktunya di akhir pekan untuk kegiatan ini," harap Andi Rusdin, Senin, 27 Mei 2019.

Masing-masing kandidat pada sesi interview teknis diberi kesempatan untuk menjelaskan secara detail proyek yang pernah dikerjakan. Menggambarkan tingkat kompleksitas proyek, tugas dan tanggung jawabnya di proyek, nilai proyek. Juga keputusan keinsinyuran yang diambil serta tantangan-tantangan yang dihadapi pada proyek yang mereka kerjakan.

Sidang uji kompetensi ini ditutup oleh Professor Amar, Wakil Rektor IV Untad bidang Kerjasama dengan harapan bahwa dengan tersertifikasinya staf pengajar Fakultas Teknik, Untad akan menyelesaikan salah satu persyaratan dalam usahanya membuka Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) di Universitas Tadulako ini.

“Bahwa atas petunjuk dan bimbingan Bapak Dr. Ir. Zakir dan timnya kegiatan ini bisa diselenggarakan dengan sukses dan langkah berikutnya adalah menyiapkan aplikasi untuk pendaftaran PS PPI Universitas Tadulako, terima kasih Pak Zakir,” lanjut Prof. Amar.

Pengurus dan tim penguji BKS PII dipandu oleh beberapa staf dosen FT-Untad juga melakukan kunjungan ke beberapa lokasi bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu ini.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah daerah pesisir pantai yang terkena dampak tsunami dan lokasi beberapa lokasi yang terkena dampak likuifaksi. Menurut BNPB setidaknya 1500 korban meninggal dan ratusan luka-luka akibat dari bencana yang terjadi di tahun 2018.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2