Perlu Perhatian, Sebab Ekosistem Gambut Jadi Kunci Memitigasi Perubahan Iklim

Klikhijau.com - Indonesia dalam pertemuan Asia Pacific Forestry Commission (APFC) ke-28 Food and Agriculture Organization (FAO) of the United Nations kembali menyerukan pentingnya konservasi ekosistem...

Perlu Perhatian, Sebab Ekosistem Gambut Jadi Kunci Memitigasi Perubahan Iklim
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Indonesia dalam pertemuan Asia Pacific Forestry Commission (APFC) ke-28 Food and Agriculture Organization (FAO) of the United Nations kembali menyerukan pentingnya konservasi ekosistem gambut tropis, Selasa, 18 Juni 2019.

Indonesia mengajak negara-negara, para pihak dan inisiatif khususnya di Asia Pasifik, mensinergikan sumber daya yang dimiliki untuk melakukan aksi konkret menyelamatkan ekosistem gambut yang tersisa, dan melakukan pengelolaan gambut berkelanjutan.

Konservasi gambut tropis adalah isu strategis. Meskipun luasnya hanya mencakup 3% dari luas daratan dunia, namun lahan gambut tropis ditemukan di 80 negara, dan mengandung 30-40% karbon daratan serta 10% dari sumber daya air yang tersedia di dunia. Ini menunjukkan bahwa ekosistem gambut merupakan salah satu komponen kunci untuk memitigasi perubahan iklim, dan krusial untuk diselamatkan dari destruksi dan degradasi.

[irp posts="3817" name="Indikator Kerentanan Perubahan Iklim Dikembangkan di Sulawesi Selatan"]

“Mengelola lahan hutan ditengah-tengah kompleksitas kepentingan adalah tidak mudah, menuntut curahan energi luar biasa dan kerja terus menerus. Situasi tarik ulur kepentingan antara kepentingan konservasi dan kepentingan ekonomi membutuhkan sandaran ilmu pengetahuan. Menggugah cara-cara pikir baru untuk mengejar kesejahteraan,” tegas Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Pada diskusi tersebut, Indonesia mengkontestasikan “corrective area” pengelolaan hutan, dengan judul Encouraging Global Tropical Peatlands Knowledge Negotiation/Sharing.

“Dengan semangat dan gerak cepat tersebut, akhirnya kebakaran hutan yang terjadi luar biasa di tahun 2015, tidak lagi terjadi di tahun-tahun berikutnya,” lanjut Siti.

Menteri Korea Forest Service (KFS) dalam kesempatan pembukaan acara, menyambut sangat baik dan mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh Indonesia. Ia juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas leadership Menteri LHK, Siti Nurbaya, sehingga gerakan perbaikan cepat dapat terus diarusutamakan.

[irp posts="5375" name="Tragis, Burung Puffin Alami Kematian Massal karena Perubahan Iklim"]

Tindakan-tindakan tegas Pemerintah Indonesia terhadap kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan memberikan dampak signifikan yang patut diperhitungkan dan diapresiasi ditingkat internasional. Pemerintah Korea melalui KFS menyatakan siap bekerja bersama dengan Indonesia dalam mengkonservasi lahan gambut tropis.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2