Deforestasi Akut, Hutan Indonesia Seperti Kehilangan Separuh Jiwa

Klikhijau.com โ€“ Deforestasi atau hilangnya hutan alam karena penebangan untuk alih fungsi lahan maupun akibat kebakaran hutan seolah satu fenomena yang tak terhindarkan. Dari tahun ke tahun, Indonesia...

Deforestasi Akut, Hutan Indonesia Seperti Kehilangan Separuh Jiwa
Bacakan Artikel

Studi dari School of Earth, Energy & Enviromental Sciences, Stanford University tersebut, kata Arief, menunjukkan bahwa risiko penyebaran zoonosis meningkat di wilayah hutan tropis yang mengalami perubahan tata guna lahan dan wilayah di mana keanekaragaman satwa liar tinggi.

Pada aspek yang lain, lanjut Arief, Indonesia adalah Negara agraris yang ekonominya sangat mengandalkan potensi sumber daya alam, termasuk hutan. Sehingga, apabila perencanaan pembangunan belum berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam, keseimbangan ekosistem, daya dukung dan tampung lingkungan maka akan berdampak negatif terhadap kehilangan tutupan lahan di Indonesia.

[irp]

Deforestasi hutan dan dampaknya

Faktanya, kata Arief, tingkat kehilangan tutupan pohon Indonesia sangatlah tinggi. Menurut data World Resources Institute (WRI), pada kurun waktu antara 2001 dan 2016, Indonesia telah kehilangan 23,1 juta hektar tutupan lahan. Atau setara dengan 14,3 persen dari total luasan tutupan pohon pada tahun 2000.

โ€œPulau Kalimantan dan Sumatera adalah wilayah yang paling tinggi kehilangan hutan setiap tahunnya,โ€ kata Arief.

Deforestasi pada tahun 2002 misalnya yang mendekati angka 300 ribu kektar terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2016, kita telah kehilangan tutupan lahan mendekati angka 1 juta hektar pasca kebakaran hutan paling hebat di 2015 dan 2016.

Ada penurunan drastis laju deforestasi pada tahun 2017 dan 2018, menurut Arief diantaranya karena kinerja pemerintah yang cukup baik.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: