Cinta Ini Pohon-Pohon

oleh -150 kali dilihat
PHI Luncurkan Platform Kebijakan Hijau sebagai Kado Kemerdekaan RI ke-78
Ilustrasi - Foto: Pixabay
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Cinta Ini Pohon-Pohon

 

cinta ini pohon-pohon. serap polusi udara yang akan kau hirup. agar paru-parumu jadi lahan subur. tempat bertunas segala kasih

kasih ini tumbuh dari kisah sepasang burung. mereka menebar bebijian

bebijian itu tumbuh jadi pohon. akarnya di mataku sebagai mata air

mata air itu bermuara dari air mata. ketika hujan turun. pohon-pohon menyerapnya. disimpan dalam tubuhnya. dialirkan dari akarnya menuju rumahmu

rumahmu, selalu butuh air. tapi ketika hujan tiba, kau selalu saja menanam rasa waswas

waswas tak pernah ingin pamit dari setiap kisah. entah kisah itu berubah kasih, yang lahirkan cinta serupa pohon-pohon, rela serapi polusi demi paru-paru sang kekasih, yang di matanya ada mata air dari air mata

Mei 2024

KLIK INI:  Wanita dalam Cangkang

Banjir di Hari Jumat

 

kau berjalan pelan ke tepi sungai. mencari sandalmu yang putus.
dua hari lalu, ayahmu membuangnya ke sungai itu.
lalu hanyut, membenturkan diri ke kebatuan

matamu berair, airnya hilang dalam hujan.
hujan adalah pemakan segala hal, apalagi air mata
kau berdiri di tepi sungai itu.
mengutuk ayahmu jadi anak muda karena membuang sandal itu

sandal yang kau temukan ketika banjir hari Jumat lalu.

2024

KLIK INI:  Penikmat Banjir yang Bahagia

Batu ke Kepala

 

pagi sekali kau datang ke rumah. sebelum kopi habis kuseruput. kau bawa cangkul, linggis, sekop, dan parang

ini hari sabtu yang hujan. tak ada ritus ke kebun. harusnya

“kita akan buka jalan setapak menuju jauh,” katamu, “ke dalam diri sendiri”

pohon-pohon mesti ditebangi, batu-batu digeser ke dalam kepala

—-hingga kita jadi kepala batu

2024

KLIK INI:  Ngeri, 99% Dunia Telah Terdampak Polusi Udara

Gabah Ibu

 

ibu menjemur gabah tadi pagi. ia mandi keringat. sebelum keringatnya kering, mendung tiba mengajaknya bertengkar

gabah yang dijemurnya baru hangat tahi ayam. mendung berubah gerimis lalu gerimis berubah air ditumpah dari langit

ibu punguti gabah itu tergesa. keringat kembali banjir dari porinya jadi butiran tasbih.

ketika gabah usai dipunguti ibu dan menghuni karung. matahari muncul dengan sangat gagah

ibu ingin menggerutu, tapi urung
“aahh, cuaca mengajak bercanda, saat hidup sedang tak sedang melucu,” kata ibu, ditatapnya sinar matahari itu. lalu ke bajunya yang basah usaha dan doa.

2024

KLIK INI:  6 Penyair Arab Beserta Puisinya dengan Diksi Alam yang Menyentuh