- Kembang Hujan - 12/01/2026
- Sebelum Polusi Tiba - 04/01/2026
- Perihal Pohon Durian di Belakang Rumah dan Anggrek Macang yang Menghuninya - 25/12/2025
Cinta Ini Pohon-Pohon
cinta ini pohon-pohon. serap polusi udara yang akan kau hirup. agar paru-parumu jadi lahan subur. tempat bertunas segala kasih
kasih ini tumbuh dari kisah sepasang burung. mereka menebar bebijian
bebijian itu tumbuh jadi pohon. akarnya di mataku sebagai mata air
mata air itu bermuara dari air mata. ketika hujan turun. pohon-pohon menyerapnya. disimpan dalam tubuhnya. dialirkan dari akarnya menuju rumahmu
rumahmu, selalu butuh air. tapi ketika hujan tiba, kau selalu saja menanam rasa waswas
waswas tak pernah ingin pamit dari setiap kisah. entah kisah itu berubah kasih, yang lahirkan cinta serupa pohon-pohon, rela serapi polusi demi paru-paru sang kekasih, yang di matanya ada mata air dari air mata
Mei 2024
Banjir di Hari Jumat
kau berjalan pelan ke tepi sungai. mencari sandalmu yang putus.
dua hari lalu, ayahmu membuangnya ke sungai itu.
lalu hanyut, membenturkan diri ke kebatuan
matamu berair, airnya hilang dalam hujan.
hujan adalah pemakan segala hal, apalagi air mata
kau berdiri di tepi sungai itu.
mengutuk ayahmu jadi anak muda karena membuang sandal itu
sandal yang kau temukan ketika banjir hari Jumat lalu.
2024
Batu ke Kepala
pagi sekali kau datang ke rumah. sebelum kopi habis kuseruput. kau bawa cangkul, linggis, sekop, dan parang
ini hari sabtu yang hujan. tak ada ritus ke kebun. harusnya
“kita akan buka jalan setapak menuju jauh,” katamu, “ke dalam diri sendiri”
pohon-pohon mesti ditebangi, batu-batu digeser ke dalam kepala
—-hingga kita jadi kepala batu
2024
Gabah Ibu
ibu menjemur gabah tadi pagi. ia mandi keringat. sebelum keringatnya kering, mendung tiba mengajaknya bertengkar
gabah yang dijemurnya baru hangat tahi ayam. mendung berubah gerimis lalu gerimis berubah air ditumpah dari langit
ibu punguti gabah itu tergesa. keringat kembali banjir dari porinya jadi butiran tasbih.
ketika gabah usai dipunguti ibu dan menghuni karung. matahari muncul dengan sangat gagah
ibu ingin menggerutu, tapi urung
“aahh, cuaca mengajak bercanda, saat hidup sedang tak sedang melucu,” kata ibu, ditatapnya sinar matahari itu. lalu ke bajunya yang basah usaha dan doa.
2024







