Burung Enggang Gading, Pelestari Hutan yang Haus Perhatian

Klikhijau.com -  Burung enggang gading merupakan jenis burung enggang terbesar di Asia.Biasanya dijumpai pada hutan tropis di wilayah Pulau Kalimantan dan Sumatera. Satwa ini mampu bersuara dengan...

Burung Enggang Gading, Pelestari Hutan yang Haus Perhatian
Bacakan Artikel

Selain itu, balung enggan gading juga memiliki nilai magis sebagai simbol keberanian, keagungan, kepemimpinan, pelindung, serta jembatan antara roh leluhur bagi masyarakat suku Dayak di Kalimantan. Kondisi ini yang memperlemah keberadaan enggang gading di alam.

[irp]

Satwa dilindungi

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menetapkan satwa ini dalam daftar satwa yang dilindungi.

Resminya burung ini sebagai satwa dilindungi tertera melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018.

Untuk mencegah agar tidak punah, upaya konservasi terus dilakukan oleh Ditjen KSDAE KLHK melalui penetapan Strategi Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Enggang Gading 2018-2028.

SRAK inilah yang digunakan sebagai acuan oleh para pihak dalam melaksanakan 5 (lima) strategi dan program konservasi enggang gading.

Upaya ini ditindaklanjuti di tingkat tapak salah satunya oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai Unit Pelaksana Teknis KLHK.

Dengan bekerja dengan Yayasan Planet Indonesia (YPI), BKSDA Kalbar mengimplementasikan aksi nyata  SRAK enggang gading tingkat tapak melalui program Pengelolaan Populasi dan Habitat Enggang Gading.

Isinya antara lain, penelitian terhadap ekologi dan perilaku enggang gading, monitoring populasi dan monitoring habitat, SMART Patrol, pemberdayaan masyarakat serta merehabilitasi dan merestorasi kawasan habitat enggang gading di dalam dan di luar kawasan konservasi.

[irp]

Penelitian terhadap ekologi dan perilaku enggang gading dari program tersebut selama kurun waktu tiga tahun terakhir pada dua lokasi kawasan konservasi yang dikelola BKSDA Kalbar. Diketahui menghasilkan 68   titik perjumpaan dari 353  titik pengamatan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: