Darmawan Denassa, Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati di Rumah Hijau Denassa

Klikhijau.com - Darmawan Denassa (42) atau lebih akrab disapa Denassa, pegiat konservasi yang namanya cukup familiar bagi komunitas peduli lingkungan dan konservasi. Denassa mendirikan Rumah Hijau Den...

Darmawan Denassa, Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati di Rumah Hijau Denassa
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Darmawan Denassa (42) atau lebih akrab disapa Denassa, pegiat konservasi yang namanya cukup familiar bagi komunitas peduli lingkungan dan konservasi. Denassa mendirikan Rumah Hijau Denassa (RHD), sebuah area konservasi, edukasi dan literasi di Borongtala, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Di sanalah, Denassa berhikmad memperkenalkan pentingnya keanekaragaman hayati bagi kehidupan.

Sejak 2007, Denassa yang sejatinya aktivis pemuda, memilih pulang kampung dan mulai fokus melakukan giat konservasi di area seluas 1.1 hektare di desanya. Ia menanam dan mengembangkan kekayaan hayati, khususnya tumbuhan endemik Sulawesi.

Selain tanaman endemik, Denassa juga menanam beragam jenis tanaman termasuk yang otentik lokal. Saat masuk ke kawasan RHD, pandangan mata terasa nyaman dengan latar belakang hijau daun. Selain udaranya yang masih segar, kicauan burung-burung dari pepohonan rimbun di sekitar rumahnya memberi kesan kehidupan alam yang harmonis.

“Fokus kami memang menanam tumbuhan langka dan lokal. Lokal maksudnya tanaman itu akrab atau dikenali masyarakat Sulawesi sejak lama, dan berpengaruh pada kultur dan sosial dalam masyarakat. Sedangkan tumbuhan langka yakni tanaman yang sudah jarang ditemukan baik secara luas maupun dalam area wilayah tertentu,” kata Denassa.

[irp]

Pilihan menanam tumbuhan bagi Denassa punya alasan filosofis. Katanya, tumbuhan merupakan ibu dari kehidupan di bumi.

“Semua mahluk hidup lain membutuhkan tumbuhan, bahkan tumbuhan itu sendiri ada yang membutuhkan tumbuhan lain untuk bisa tetap bertahan hidup,” tuturnya.

Hingga saat ini, Denassa telah menanam lebih dari 500 jenis tanaman di RHD. Selain tumbuhan, ada pula beberapa jenis hewan. Ada beberapa jenis burung seperti Maleo, burung Cilepuk, Burung Perkici, Pelatuk Sulawesi dan lainnya. Ada pula kupu-kupu berterbangan hingga cicak terbang.

“Mereka (fauna, Red) kami lindungi agar aman sehingga berkembang biak secara alami,” ungkap Denassa.

Cerita di balik tanaman

Nah, berbeda dengan kawasan konservasi lainnya, di RHD kita tak sekadar menikmati suasana hijau alami dan beragam tumbuhan – pengunjung akan mendapatkan banyak informasi mengenai tanaman.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2