Ayo Terus Menanam di Pekarangan, Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata!

Klikhijau.com โ€“ Ayo terus menanam di pekarangan rumah! Sayur-sayuran, buah dan apa saja yang bisa menjadi sumber pangan keluarga. Ajakan seperti ini sebetulnya bukanlah hal baru. Ini adalah narasi pos...

Ayo Terus Menanam di Pekarangan, Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Ayo terus menanam di pekarangan rumah! Sayur-sayuran, buah dan apa saja yang bisa menjadi sumber pangan keluarga. Ajakan seperti ini sebetulnya bukanlah hal baru. Ini adalah narasi positif yang telah lama bertumbuh dari nenek moyang kita.

Namun, praktik cerdas yang juga merupakan suatu kearifan local (local wisdom) ini mungkin telah lama ditinggalkan banyak orang, diantaranya karena kesibukan. Lalu, pandemi Covid-19 seolah mengembalikan ingatan kita betapa pentingnya kebiasaan baik ini dihidupkan lagi agar akses pangan keluarga tetap terjaga.

Pertanda baik itu bersambut baik dan menggembirakan selama pandemi. Melalui postingan sosial media, orang-orang berbangga menunjukkan aksinya menanam di pekarangan rumah.

Menariknya, aksi-aksi ini justru mulai berkembang di kota-kota (sebagian besar oleh anak-anak muda dan ibu rumah tangga). Masyarakat urban mulai paham bahwa pada ruang yang serba terbatas di halaman rumahโ€”kreativitas menanam dapat dilakukan.

Kalau saja ini bisa digerakkan secara massif yakni dengan mendorong sebanyak mungkin orang untuk melakukan hal sama, kita akan menjadi bangsa yang akan berdaulat pangan. Oleh sebab itu, inisiatif ini tentu perlu berjalan secara berkelanjutan (sustainable), sebagai sebuah budaya dan aksi kolektif.

[irp]

Ichi Indrawan dari Gerakan Petani Milenial termasuk bagian dari arus muda yang mendorong langkah baik ini.

Bukan tanpa alasan, meski Indonesia merupakan Negara agraris, namun degradasi lahan pertanian dan menurunnya minat menjadi petani dirasakan sangat memicu ancaman krisis pangan ke depan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: