Ayo Terus Menanam di Pekarangan, Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata!

Klikhijau.com โ€“ Ayo terus menanam di pekarangan rumah! Sayur-sayuran, buah dan apa saja yang bisa menjadi sumber pangan keluarga. Ajakan seperti ini sebetulnya bukanlah hal baru. Ini adalah narasi pos...

Ayo Terus Menanam di Pekarangan, Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata!
Bacakan Artikel

Ketiga, krisis pangan dapat disebabkan dengan adanya musibah, bencana alam atau pandemi seperti saat ini. Produksi, bisa jadi tetap meningkat tapi distribusi yang terhambat, transportasi terhalang.

Menurut Suardi Bakri, kita sedang menghadapi masalah cukup serius saat ini karena empat variabel pemicu krisis pangan sedang terjadi. Oleh sebab itu, kata Suardi, solusi utamanya adalah setiap rumah tangga harus memiliki stok pangan yang cukup untuk konsumsi sendiri dan bahkan jika ada surpulus dapat dikomersialkan.

โ€œPekarangan merupakan aset rumah tangga yang seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung stok pangan rumah tangga. Luas sempitnya pekarangan bukan menjadi penghalang karena adanya teknologi, mulai dari hidroponik sampai hingga aereoponik,โ€ jelas Suardi.

Suardi Bakri juga mengapresiasi berkembangnya model Urban Farming. โ€œSaya juga melihat petani-petani baru mulai bermuculan. Mulai dari anak-anak milenieal yang memanfaatkan teknologi sebagai basis produksi dan pemasaran hingga ibu-ibu rumah tangga yang memanfaatkan pekarangannya sebagai sumber pangan. Minimal untuk kebutuhan sendiri. Ayo manfaatkan pekarangan!โ€ ajak Suardi.

[irp]

Ajakan Pemerintah antisipasi kemarau panjang

Mengantisipasi ancaman krisis pangan dan kemungkinan adanya kemarau panjang, Kementerian Pertanian mendorong perlunya terus melakukan optimalisasi lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, lahan pekarangan sangat potensial menjadi sumber pangan keluarga di tengah ancaman krisis pangan akibat pandemi.

Kementerian Pertanian pun memperkenalkan satu program bernama Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang tersebar di lebih dari 3.800 titik di seluruh Indonesia. Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan mendorong percepatan pelaksanaan P2L seperti pembangunan rumah bibit dan penanaman di demplot pekarangan.

Menurut Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi, menghadapi kondisi pandemi dan kekeringan, masyarakat harus mampu menyediakan pangan sendiri, harus mampu memproduksi sendiri.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: