Antara Patroli, Penyadartahuan, dan Durian

Klikhijau.com - Bulan Februari 2024, hujan masih sering turun dengan lembut, menyiram tanah. Sementara matahari kadang-kadang muncul, menghangatkan bumi yang masih dingin setelah diselimuti rinai. Di...

Antara Patroli, Penyadartahuan, dan Durian
Bacakan Artikel
Ramli

Menjaga Hutan dan Mengamati Burung

Klikhijau.com - Bulan Februari 2024, hujan masih sering turun dengan lembut, menyiram tanah. Sementara matahari kadang-kadang muncul, menghangatkan bumi yang masih dingin setelah diselimuti rinai. Di tengah suasana seperti itu, alam memperlihatkan kehidupannya yang terus berlangsung.

Rumput-rumput yang tumbuh terlihat segar, sementara tanaman padi terus berkembang, menunjukkan tanda-tanda bulirnya akan segera muncul. Pada penghujung Februari ini saat saya kembali bersua dengan alam setelah sekian lama merindukannya.

Saya bersama kolega Resor Camba, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, melakukan patroli rutin bersama Masyarakat Mitra Polhut. Mereka adalah sahabat kami menjaga keamanan kawasan hutan dari tangan-tangan jahil. Masyarakat mitra polhut ini adalah warga yang berada di sekitar hutan. Pada waktu tertentu, kami mengajak mereka turut berperan menjaga hutan dengan berpatroli.

Patroli seperti ini merupakan bagian dari tugas rutin kami sebagai penjaga hutan di tingkat tapak. Merawatnya untuk memastikan bahwa paru-paru bumi yang tersisa tetap aman bagi generasi yang akan datang.

Kami berkoordinasi dengan pemerintah setempat terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan menyusuri jalan setapak di tengah rimba. Bersinergi dengan pemerintah setempat menjaga kawasan konservasi ini. Hari itu kami bersua dengan Kepala Desa Rompegading bersama jajarannya.

Rute patroli kali ini sebagian besar berbalut cor semen, tetapi beberapa meter lainnya masih tergenang lumpur saat hujan tiba.

Kami menyecek di peta, ternyata jalan beton ini sudah berada di kawasan taman nasional. Jalan tersebut telah sesuai dengan peruntukannya karena berada di zona khusus. Menjadi sarana pendukung warga di sekitar hutan.

Sesampainya di lokasi, kami memarkir kendaraan di bawah pohon yang rindang.  Sejurus kemudian menyusuri jalan setapak menuju target lokasi patroli. Tidak lama kemudian, kami tiba di salah satu gubuk sederhana milik penduduk setempat.  Pemiliknya Bernama: Pak Adnan, warga Rompegading yang mendiami gubuk bersama bersama istrinya.


Tempat tinggal Pak Adnan begitu asri. Pohon pinus menjulang seolah memagari. Konon pohon tusam ini hasil reboisasi pulahan tahun silam. Hal ini pertanda bahwa proyek penanaman itu berhasil.

Terdapat kolam kecil di depan rumahnya, menjadi kubangan itik-itik peliharaan Pak Adnan. Tak hanya itik, bapak berkulit sao matang ini juga memelihara dua ekor bebek angsa. Angsa yang selalu bersuara keras saat seseorang berada di kompleks rumah. Menjadi penjaga rumah yang disegani. Tak hanya itu, seekor anjing jantan juga menemani pasangan suami istri itu menjaga kebun dan rumahnya.

Papan nama kebun stroberi menarik perhatian saya. Saya pun bertanya kepada Pak Adnan tentang keberadaan kebun stroberi itu. Ia dengan bangga menjelaskan keberadaan kebun stroberi itu. “Kebun stoberi ini tidak luas, hanya tiga baris di samping rumah,” pungkasnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2