Ketika Kemerdekaan Manusia Harus Berjalan Bersama Keselamatan Alam

Ketika Kemerdekaan Manusia Harus Berjalan Bersama Keselamatan Alam
Ilustrasi -Foto/Irhyl
Bacakan Artikel
Muliadi Saleh

Esais Reflektif dan Arsitek Kesadaran

Muliadi Saleh

Artikel terbaru dari Muliadi Saleh (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Klikhijau.com - Bumi tidak pernah menandatangani perjanjian untuk menyerahkan dirinya kepada manusia. Ia menyediakan tanah untuk pangan, hutan untuk kehidupan, air untuk menghidupi, dan udara untuk setiap tarikan napas. Namun manusia sering memperlakukan alam bukan sebagai rumah bersama, melainkan sebagai gudang tanpa batas yang boleh dikuras demi pertumbuhan ekonomi. Bumi akhirnya menjadi seperti negeri yang dijajah oleh keserakahan manusia.ย 

Tanah tak berhentiย  dieksploitasi, hutan yang ditebang, sungai yang dicemari, udara yang dipenuhi emisi, dan laut yang dipenuhi sampah adalah tanda bahwa kemerdekaan manusia belum sepenuhnya menghadirkan kemerdekaan ekologis.ย 

Data memberi kita bahasa yang lebih jernih untuk membaca kegelisahan bumi. Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2024 menempatkan kondisi lingkungan sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan, dengan data yang dihimpun dari berbagai sumber statistik nasional.ย 

Pesan itu semakin terasa ketika membaca data BPS yang diperbarui pada Juni 2026. Penyediaan dan penggunaan fisik untuk emisi gas rumah kaca Indonesia pada 2024 tercatat mencapai 117.781 ribu ton COโ‚‚.ย 

Angka itu mungkin terlihat dingin di atas tabel statistik, tetapi jika diterjemahkan ke dalam bahasa kehidupan, ia adalah jejak dari aktivitas manusia yang semakin berat menekan atmosfer. Di balik angka tersebut ada kendaraan yang bergerak, mesin yang bekerja, energi yang dibakar, industri yang tumbuh, dan pola konsumsi manusia yang terus meningkat. Itu adalah cerminan suara bumi yang terus merengek meminta manusia untuk berhenti sejenak dan mendengarkan.ย 

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: