Klikhijau.com – Akses yang aman, adil, dan berkelanjutan terhadap air. Semestinya dinikmati oleh orang-orang di seluruh dunia. Sebab air adalah sumber utama penunjang kehidupan ini.
Namun, meski menjadi kepentingan mendasar. Tidak semua orang memiliki akses yang adil terhadap air.
Karena itu untuk mengatasi hal tersebut, maka tim ahli interdisipliner internasional telah menyusun strategi tujuh poin untuk memastikan hidup berdampingan secara damai.
Strategi tersebut disusun oleh para ahli yang berasal dari berbagai belahan dunia, termasuk Prancis, Jerman, India, Nigeria, Swedia, AS, dan Inggris.
Penelitian ini dipelopori oleh Universitas Birmingham dan diterbitkan dalam jurnal Nature Water .
Profesor Stefan Krause, penulis utama dan perwakilan dari Universitas Birmingham menjelaskan bahwa tujuh strategi yang diuraikan oleh tim tersebut bukanlah daftar acak, tetapi peta jalan menuju ketenangan.
“Air dapat menjadi alat yang ampuh untuk perdamaian jika dikelola secara berkelanjutan dan adil, tetapi ada peningkatan konflik terkait air sebagai sumber daya yang tak tergantikan bagi manusia, dan badan air sebagai ekosistem yang sangat berharga dengan keanekaragaman hayati yang kaya,” kata Profesor Krause.
Ia menambahkan bahwa studi yang dilakukan itu menyediakan cetak biru untuk penggunaan air guna mendorong kerja sama dan mencegah konflik, guna memastikan masa depan yang lebih adil dan tangguh bagi semua.
“Menciptakan visi bersama untuk solusi air memastikan keadilan dan penerimaan keputusan manajemen,” imbuhnya.
Berikut ini tujuh strategi untuk pengelolaan air secara damai dilansir dari Earth
- Berkolaborasi secara lokal dalam menghadapi tantangan air global untuk membantu mengurangi konflik, memberdayakan masyarakat sipil, dan membangun ketahanan. Tata kelola air yang tidak memadai dapat menyebabkan persaingan yang tidak adil dan dampak yang parah pada masyarakat yang rentan.
- Libatkan masyarakat dalam mengembangkan tata kelola air yang dapat mencegah konflik selama masa kelangkaan – penilaian risiko bersama, peningkatan komunikasi publik, dan ilmu pengetahuan warga membantu mendorong transparansi dan membangun kepercayaan.
- Memadukan pengetahuan ahli setempat dan solusi berbasis alam dengan infrastruktur teknis untuk meningkatkan ketahanan masyarakat. Penggunaan praktik pengelolaan air tradisional di Nepal dan Peru telah membantu mengatasi tantangan air setempat.
- Pertimbangkan ketimpangan yang ada saat mengembangkan kebijakan nasional dan lokal untuk membantu mencegah konflik dan membangun kepercayaan – seperti inisiatif kerja sama air yang sukses, seperti proyek EcoPeace di Timur Tengah, yang dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2024.
- Pastikan akses air bersih bagi perempuan dan anak perempuan, yang sering kali bertanggung jawab atas pengambilan air. Mengintegrasikan keselamatan, kesetaraan gender, dan akses ke dalam kebijakan tata kelola air sangat penting dalam melindungi dan memberdayakan warga perempuan.
- Memprediksi perubahan terkait air dengan lebih baik dan meningkatkan kesiapan lokal untuk menghadapi tantangan air yang semakin meningkat – mengintegrasikan data penginderaan jarak jauh terkini dengan analisis lokal, dan berinvestasi dalam infrastruktur adaptif adalah contohnya.
- Mencegah konflik melalui perjanjian internasional dan pengelolaan antarpemerintah atas daerah aliran sungai lintas batas – misalnya, Perjanjian Perairan Indus antara Pakistan dan India, dan tata kelola bersama antara Peru dan Bolivia atas Danau Titicaca.








