7 Ancaman Serius yang Mengintai Ketangguhan Pegunungan

oleh -36 kali dilihat
Ilustrasi gunung
Ilustrasi gunung/foto-thepullmankitchen.com

Klikhijau.com – Ketika melihat pegunungan, kita bisa merasai ketangguhan tak tergoyahkan. Pegunungan begitu kokoh, seolah tak ada ancaman yang berani menyentuhnya.

Namun siapa sangka,  di balik ketangguhannya, pegunungan menyimpan ragam kerapuhan yang tak terduga. Ia diintai banyak ancaman yang siap menghancurkannya seketika.

Ukuran pegunungan yang besar adalah lengan yang bisa merangkul semua ekosistem yang ada padanya. Namun,  rupanya tak demikian, pegunungan sulit melindungi dirinya sendiri dari tekanan lingkungan dan  aktivitas manusia.

Berikut ini sederet ancaman utama yang mengintai pegunungan yang dapat meruntuhkan kekuatan, keindahan dan ketangguhannya:

KLIK INI:  Sederet Kutipan yang Menggugah dari Para Pesohor Dunia tentang Perubahan Iklim
  • Pencairan gletser

Mencairnya gletser bisa mungkin ancaman iklim pegunungan. Ancaman ini dapat membahayakan sebagian besar manusia.

Status pegunungan sebagai menara air dunia bisa raib, akibatnya air tawar dan energi bisa ikut porak poranda yang dapat mengancam lebih dari satu miliar orang.

Gletser non-kutub kehilangan sekitar 267 metrik gigaton massa per tahun antara tahun 2000 dan 2019 dan menggandakan laju penipisannya selama periode waktu yang sama.

Sudi tahun 2023 mengungkapkan konsekuensi mencairnya gletser akibat pemanasan global. Bahkan jika pemanasan terbatas pada 1,5 derajat Celsius, hampir separuh gletser dunia akan lenyap pada tahun 2100.

Jika pemanasan mencapai 2,7 derajat Celsius, angka ini melonjak menjadi 68%, dan pada 4 derajat Celsius, 83% gletser akan hilang. Lebih dari sekadar dampak pada komunitas pegunungan, pencairan ini akan signifikan menaikkan permukaan laut. Kenaikan permukaan air diperkirakan mencapai hampir 4 inci pada skenario 1,5 derajat, dan 4,5 inci pada 2,7 derajat, berpotensi menenggelamkan wilayah yang saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 10 juta orang.

KLIK INI:  Survei APCO: Perubahan Iklim Jadi Prioritas Global, Masyarakat Ingin Transparansi
  • Hilangnya keanekaragaman hayati

Ekosistem pegunungan dapat terancam secara langsung oleh aktivitas manusia, baik itu melalui pembangunan, deforestasi, dan masuknya spesies invasif atau hama.

Migrasi manusia ke pegunungan untuk tinggal atau bertani dapat membawa dampak besar berupa tergusurnya tumbuhan dan hewan asli.

Tidak hanya itu, juga dapat meningkatkan konflik manusia dengan satwa liar ketika spesies pegunungan liar memakan tanaman atau ternak. Pemburu liar juga mengincar mamalia di pegunungan yang lebih rendah.

Ulah manusia dapat terlihat antara tahun 2000 dan 2018 yang telah menebangi 78 juta hektar hutan pegunungan. Penyebab utama deforestasi ini adalah penebangan komersial, pembukaan lahan untuk pertanian, dan kebakaran hutan. Kawasan pegunungan yang paling terdeforestasi cenderung bertepatan dengan titik-titik keanekaragaman hayati tropis.

KLIK INI:  Film Semesta Tayang di Makassar, Balai Perubahan Iklim KLHK Nobar di Nipah Mall
  • Ancaman iklim

 Perubahan iklim, khususnya yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil merupakan ancaman terbesar bagi ekosistem pegunungan. Para ilmuwan telah memperingatkan akan ancaman nyata ini.

  •  Bencana gunung

Suhu yang lebih hangat dan pencairan gletser juga meningkatkan risiko bencana gunung seperti tanah longsor, longsoran batu, dan banjir. Ketika gletser mundur dan lapisan es abadi gunung mencair, ini dapat menyebabkan banjir, karena ada lebih banyak air yang mengalir menuruni gunung dengan lebih cepat. Itu juga dapat mengganggu kestabilan tanah, meningkatkan risiko pergerakan tanah seperti tanah longsor, longsoran batu, dan longsoran salju di salju yang hangat atau tebal.

 Krisis iklim juga telah meningkatkan risiko jenis banjir tertentu yang dikenal sebagai banjir luapan danau glasial . Banjir ini terjadi ketika air lelehan gletser terkumpul di danau yang kemudian menjadi tidak stabil oleh gempa bumi, badai hujan, atau jebolnya bendungan, mengirimkan sejumlah besar air menuruni lereng bukit. Jumlah, volume, dan luas danau-danau ini telah meningkat sebesar 50% sejak tahun 1990, dan 15 juta orang sekarang terancam oleh jenis banjir ini, terutama di Himalaya dan Andes.

KLIK INI:  7 Ancaman Nyata Perubahan Iklim Terhadap Flora dan Fauna
  • Pergeseran iklim

Sejak tahun 1950, pegunungan telah memanas 25% hingga 50% lebih cepat daripada rata-rata global. Untuk setiap derajat pemanasan di dataran rendah, pegunungan menghangat rata-rata 1,8 derajat Celsius.

Kecepatan pemanasan ini dapat mengubah ekosistem lebih cepat daripada kemampuan tumbuhan, hewan, dan manusia untuk beradaptasi, meningkatkan risiko penyakit atau spesies invasif akan muncul di zona kehidupan pegunungan baru dan membahayakan spesies asli.

Pergeseran zona kehidupan pegunungan dapat mengancam spesies pegunungan yang unik dengan kepunahan massal.

KLIK INI:  Perkuat Kolaborasi Global, BRIN–FAO Dorong Transformasi Industri Peternakan Berkelanjutan
  • Pariwisata berlebihan

Rekreasi gunung harus diakui dapat memberikan dorongan ekonomi bagi masyarakat lokal dan menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk belajar dan mengapresiasi gunung, ada sisi negatifnya. Terkadang, wisatawan gunung kurang menghargai sebagaimana mestinya, atau tur tidak dirancang untuk memperhitungkan dampak pengunjung terhadap ekosistem yang rentan.

Meningkatnya jumlah pengunjung dapat mengakibatkan pembangunan infrastruktur wisata seperti pondok atau home stay, peningkatan lalu lintas kendaraan yang mengeluarkan polusi udara, polusi suara dan cahaya yang mengganggu hewan, masalah pembuangan limbah yang tepat, gangguan terhadap satwa liar pegunungan, dan interaksi negatif dengan masyarakat lokal.

KLIK INI:  Mengintip Cara Terbaik Menumbuhkan Kembali Hutan Tropis dengan Cepat
  •    Polusi

Sumber utama polusi untuk pegunungan adalah aktivitas manusia seperti penebangan, pertambangan, penebangan, pertanian, penggembalaan dan rekreasi, serta transportasiyang menyebabkan polutan yang lebih kecil melalui atmosfer.

Polusi udara dari pusat kota atau industri dapat melakukan perjalanan ke pegunungan, di mana ia tidak hanya memperburuk kualitas udara tetapi juga memasuki jaringan tanaman, tanah dan air.

Sahabat hijau, itulah 7 ancaman serius yang sedang dihadapi pegunungan.

KLIK INI:  Mengulik Bagaimana Cara Kaki Seribu Menumbuhkan Kakinya