6 Tips Memilih Tisu untuk Kesehatan dan Lingkungan Lestari

oleh -16 kali dilihat
Ilustrasi tisu basah
Ilustrasi tisu basah/foto-Shutterstock

Klihijau.com – Sebagai konsumen yang bijak, kita tentu ingin lebih cerdas memilih produk yang aman dan terbaik buat keluarga. Produk yang bisa dipakai jangka pendek maupun jangka panjang.

Salah satu produk yang harus disediakan sebagai kebutuhan primier sehari-hari adalah tisu.

Namun, apakah sahabat hijau yakin kalau tisu yang kalian digunakan tidak membahayakan kesehatan dan lingkungan?

Sebenarnya tanpa kita sadari ternyata banyak tisu yang beredar di pasaran yang mengandung bahan kimia. Bahan yang berbahaya dan sangat berisiko bagi kesehatan. Lebih memprihatinkannya lagi, tisu ini tidak dapat di daur ulang.

KLIK INI:  HAKLI Bulukumba Lakukan Ini untuk Wujudkan Kesehatan Lingkungan

Kandungan bahan kimia yang terdapat dalam tisu tidak akan hancur atau terurai oleh tanah setelah  sahabat hijau membuangnya.

Banyak kasus tisu dengan kandungan racun yang tinggi akan berakhir sebagai pencemaran lingkungan karena penanganan limbah belum terkelola secara menyeluruh sehingga berpotensi mencemari tanah, laut maupun sungai.

Jadinya, hewan yang hidup di lingkungan yang tercemar bisa terkontaminasi dan mengalami kematian. Dan barangkali tanpa kita ketahui hewan-hewan terkontaminasi ini menjadi komsumsi sehari-hari kita di meja makan.

Nah sebelum membeli tisu, ada baiknya memperhatikan tips berikut:

KLIK INI:  Betapa Repotnya Beradaptasi dengan Toilet Amerika
  • Beli dalam jumlah banyak

Untuk mengurangi limbah, pilih tisu dengan kemasan yang tidak berlebihan. Sebisa mungkin, beli tisu dalam jumlah yang banyak dalam satu kemasan sehingga sahabat hijau tidak terlalu banyak membuang sisa kemasan.

  • Hindari tisu yang mengandung Bisphenol-A (BPA)

Biasanya terdapat pada tisu jenis daur ulang, selain menyebabkan berbagai  masalah kesehatan, zat kimia ini menyebabkan masalah pada metabolisme yang berhubungan dengan penyakit diabetes dan jantung, juga dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan saraf yang mengarah pada kelainan perilaku anak-anak.

  • Memilih tisu yang aman dan ramah lingkungan.

Tisu daur ulang, meskipun kesannya berpihak pada lingkungan. Nyatanya tisu hasil daur ulang justru membahayakan kesehatan dan lingkungan.

KLIK INI:  Tips Ramah Lingkungan ala Astri, Tak Cukup Hanya 3R, Harus 5R

Tisu jenis ini sangat mungkin banyak digunakan karena harganya memang cenderung lebih murah. Namun, risiko yang ditimbulkan bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.

Untuk mengurangi limbah, pilih tisu dengan kemasan yang tidak berlebihan. Sebisa mungkin, beli tisu dalam jumlah yang banyak dalam satu kemasan sehingga Anda tidak terlalu banyak membuang sisa kemasan.

  • Hindari tisu yang mengandung pemutih klorin

Banyak tisu yang dijual mengandung pemutih dari bahan kimia klorin dan turunannya. Proses pewarnaan jaringan akan melepaskan dioksin dan furan. Keduanya bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan mutagenik (menyebabkan mutasi DNA). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dioksin adalah zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan.

Sementara dalam jangka panjang, zat dioksin bisa menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh, sistem reproduksi, sistem endokrin, serta sistem saraf.

KLIK INI:  6 Ide Mengemas Liburan Anak di Rumah yang Ramah Lingkungan

Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa kandungan dioksin dalam jaringan tubuh manusia biasanya sangat kecil, sehingga kemungkinan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan tersebut di atas sangat kecil.

Klaim ini juga didukung oleh Dr. Yenny Meliana dari Pusat Penelitian Kimia Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menurut Dr. Yenny Meliana dari Kementerian Kesehatan, telah dilakukan pengawasan dan pengujian tisu yang dijual bebas di pasaran. Jadi, jika tisu yang Anda beli memang mengandung dioksin, kadarnya masih relatif aman bagi kesehatan.

  • Hindari membeli tisu yang mengandung logam berat

Bahan bekas yang digunakan untuk mengolah tisu seringkali mengandung berbagai jenis logam berat seperti timbal, merkuri, kadmium, dan arsenik. Pencemaran zat logam berat ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan sistem syaraf manusia.

KLIK INI:  Bahaya Laten Penggunaan Styrofoam bagi Kesehatan dan Lingkungan?

Masalahnya, Anda tidak hanya menemukan logam berat ini di kertas tisu. Makanan yang Anda konsumsi setiap hari, seperti ikan dan daging, juga bisa terkontaminasi logam berat. Padahal, paparan logam berat yang terlalu banyak juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan berupa masalah reproduksi, terutama pada wanita, dan masalah pencernaan.

  • Hindari membeli tisu yang belum mendapatkan izin edar

Izin edar biasanya dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan (Depkes RI). Biasanya nomor surat izin edar dari Depkes RI tercantum pada kemasan.

Umumnya tisu yang sudah memiliki izin edar adalah tisu yang terbuat dari 100% serat alami yang bebas BPA, logam berat, atau klorin. Ada juga yang menggunakan campuran serat dengan kualitas yang lebih rendah, biasanya hanya mengandung 50% serat alami. Maka, selalu perhatikan informasi yang tertera pada kemasan.

Nah, sahabat hijau setelah membaca sedikit tips di atas, sebagai catatan, kurangi juga penggunaan tisu sehari-hari. Atau gunakanlah tisu yang bisa dicuci ulang, hingga bisa menghemat pengeluaran sobat juga. Setelah mencuci tangan, ada baiknya keringkan tangan dengan handuk kering saja.

KLIK INI:  7 Tips Penting Saat Perkemahan Anda Terjebak Hujan